Merana Kayu di Makan Zaman

Ilst. Pangklong Kayu

Ilst. Pangklong Kayu

PALEMBANG KS-Prihatin. Demikianlah nasib kayu olahan yang beredar di kota ini. Seperti pameo yang berbunyi merana kayu di makan zaman.

Nyaris di beberapa depot kayu di kota ini mengalami cerita yang sama. Jenis kayu yang dulunya diburu dan dicari bahkan tak bersisa di depot-depot kayu yang bertahan. Sebut saja jenis kayu alam berupa jati, medang sirai, medang batu, wanglen, samak, dan meranti kolek ‘lapuk’ di makan usia. Padahal, kesemua jenis kayu itu, memiliki kekuatan yang luar biasa dan awet.

“Aku juga heran, kayu-kayu itu tak tahu lagi ke mana rimbanya,” cetus Guluk yang kini membuka depot kayu di Jalan Letnan Jenderal Alamsyah Ratu Prawira Negara.

Walhasil, ‘terpuruknya’ nasib kayu berkualitas membuat Guluk hanya menyuguhkan pelbagai jenis kayu campuran atau racok. Harga jenis kayu ini pun lebih murah ketimbang jati ataupun sejenisnya.

“Ya, hampir sebagian depot di Palembang menjual jenis kayu-kayu yang  dibentuk jadi papan, reng, sento, dan balok. Kualitasnya memang tak sebanding dengan kayu-kayu terdahulu yang harganya berkisar antara Rp 1,5 juta sampai Rp  3 juta per kubik,” kata Guluk seraya berkata minimnya pasokan kayu berkualitas menjadi penyebab banyak warga memilih memakai bahan batubata untuk membuat rumah.

Lanjut pria 40 tahun ini,  sekarang untuk memeroleh jenis kayu berkelas A sangat sulit. Namun begitu, Guluk tetap berusaha mencari jenis kayu hingga ke Pangkalan Balai, Banyuasin.

“Lah saro, Dik nyari kayu yang paling bagus. Kalu nak dijual kalu dak balek modal. Katonyo kayu yang cak itu ado, tapi jauh  di Kalimantan sano,”  cetus Guluk yang 15 tahun  berbisnis kayu.

Guluk tak sendirian untuk memasarkan kayu. Ada Taupik (37) yang juga pemilik depot kayu di kota ini. Tersebab sulitnya mendapatkan kayu bermutu, akhirnya Taupik hanya memasok jenis kayu antara lain kayu karet, tembeda, seru, gelam, dan duren.

“Atau banyak wong nyebutnyo kayu racok. Kayu yang dibeli wong di depot aku

kebanyakan untuk ngecor bangunan. Yo, paling banyak merak pesan dua kubik,” Taupik menyampaikan.

TEKS/FOTO:AGUS EDWAR (MG)

EDITOR:RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *