Andari Tasya Ternyata Ikut Ayah Kandung

Andari Tasya

Andari Tasya

MUARAENIM I KS-Teka-teki dimana keberadaan, Andari Tasya Dwi Lawati (8), siswi kelas IV SDN 8 Talang Jawa, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muaraenim yang hilang sejak Selasa (17/9) lalu, sebelumnya diduga diculik terjawab sudah. Korban saat ini ikut ayah kandungnya, Dwiyanto ke Kota Batam Provinsi Riau.

Terkuaknya, keberadaan Andari setelah petugas menerima pengakuan orang tua asuh Andari, yakni pasangan Naimah S.Pd (35), berprofesi sebagai PNS dan Drs Kgs John J Arifin, keduanya warga jalan Duta No 277 Tajung Enim Kecamatan Lawang Kidul, Muaraenim, Kamis (3/10) sekitar pukul 10.00 WIB.

“Betul pagi ini, orang tua asuh Andari, pasangan suami istri, Naimah dan John J Arifin datang ke Polres, menyatakan, kalau Andari, anak asuhnya, sudah ikut ayah kandungnya, Dwiyanto ke Batam,” ungkap John yang ditemui di ruanganny, kemarin (3/9) sekitar pukul 11.00 WIB.

Mengenai permasalahan hak asuh Andari kata John, Naimah dan John J Arifin bersama ayah kandung korban dapat menyelesaikannya kekeluargaan.

“Untuk hak asuh Andari, telah disepakati antara pasangan suami istri Naimah dan John J Arifin dengan ayah kandung korban, Dwiyanto dapat diselesaikan secara kekeluargaan,” tutur Jhon.

Dari kronologis kehilangan korban saat berada di SDN 8 Talang Jawa Kecamatan Lawang Kidul, John menduga, kalau yang menjemput, Andari di sekolah tersebut tidak lain adalah, Dwiyanto, ayah kandung korban. Mengingat, saat kejadian tersebut, tidak ada tanda-tanda perlawanan atau reaksi dari Andari saat dijemput.

“Andari, sudah duduk kelas IV SD, artinya cukup besar untuk seusianya. Kalau memang, korban diculik, paling tidak ada teriakan atau perlawanan yang dapat menimbulkan kegaduhan, apalagi dilingkungan sekolah dalam keadaan ramai,”terang John.

Perlu diketahui, Andari Tasya Dwi Lawati (8), yang lahir di Batam, 14 Februari 2005, dari pasangan suami istri Syafi’ah dan Dwiyanto, warga Kelurahan 13 Ulu, Rt 20 A, No 598 Lorong A Kadir Palembang. Kemudian Syafi’ah melalui surat serah terima hak asuh, Selasa, tanggal 30 Mei 2006 silam, mempercayakan kepada sepasang suami istri yang merupakan saudara kandung perempuannya bernama Naimah S.Pd (35) seorang PNS dan Drs Kgs John J Arifin, keduanya warga jalan Duta No 277 Tajung Enim Kecamatan Lawang Kidul, Muaraenim.

Disebutkan dalam serah terima hak asuh tersebut telah direstui oleh ayah kandung korban yakni Dwiyanto seorang pegawai swasta di Kota Batam Provinsi Riau.

“Surat pernyataan dibuat dengan sepenuh hati, tanpa paksaan, keikhlasan dan diketahui oleh pejabat setingkat lurah/Rt di wilayah Kelurahan 13 Ulu Palembang serta disaksikan sejumlah saksi,” terang John.

John menjelaskan dalam kesepakatan itu, ibu kandung korban menyerahkan anaknya kepada saudara perempuan kandungnya dengan maksud untuk diurus dan,dididik hingga mencapai usia dewasa yakni 21 tahun.

Hal tersebut dilakukan ibu korban, karena dirinya sedang dalam kondisi sakit parah. Namun saat korban masih berusia balita, ibu kandung korban meninggal dunia. Maka berdasarkan surat pernyataan yang telah dibuat, Andari nantinya akan diambil untuk diasuh kembali oleh ayah kandungnya jika korban telah berusia 21 tahun.

Seperti diberitakan sebelumnya,  Andari menghilang sejak, Selasa (17/9) lalu di SDN 8 Talang Jawa Lawang Kidul, kemudian baru dilaporkan ke Polres Muaraenim oleh, ibu asuhnya, Naimah,Selasa (1/10) sekitar pukul 11.00 WIB, dengan laporan polisi, LP B-263/IX/2013/Res Muaraenim.

Teks : SISWANTO

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *