Usai Tembak Warga Oknum Polres OI Tinggalkan Korban

ilustrasi-jeruji

PALEMBANG, KS – Diduga korban salah tembak oleh anggota kepolisian Polres OI, Hernawati, istri dari korban mendatangi Polda Sumsel untuk mencari kepastian hukum atas peristiwa yang nyaris merenggut nyawa Rendra yang merupakan suaminya.

Hernawati, warga Jalan sultan mahmud badarudin II, RT 6, NO 5, Kecamatan tanjung rajo barat,Kabupaten Ogan Ilir, kepada awak media yang menemuinya di SPKT Polda sumsel mengatakan kejadian tersebut terjadi pada hari Rabu (25/9).

Suaminya yang sedang berada di dekat TKP penggerebekan narkoba mendapatkan tembakan menyasar yang dilakukan anggota kepolisian atas nama Brigpol Rohman Sumanto yang disinyalir sengaja. “Suami saya itu memang ada di dekat TKP penggerebekan, tapi ia tidak dalam rombongan yang di grebek,” katanya.

Menurut keterangan suaminya ketika ia membesuk, suaminya sempat diperiksa oleh oknum anggota polisi tersebut, karena tidak menemukan barang bukti oknum polisi tersebut tetap memaksa, akhirnya suaminya ditembak ditempat sebanyak empat kali walaupun yang mengenai hanya dua tembakan. “yang kena tembak itu di betis dan dipangkal paha,” tutur Hernawati.

Yang membuat ia kian tak senang dengan perlakukan anggota polisi yang mestinya mengayomi masyarakat, adalah ketika anggota polisi tersebut setelah menembak berlenggang begitu saja meninggalkan suaminya. “Suami aku itu dibiarkan saja tergeletak, kejadiannya itu di dekat Polsek tanjung raja,” paparnya.

Beruntung warga langsung melarikan suaminya ke puskemas terdekat, setelah di puskemas barulah ada anggota polisi lain yang datang dan merujuk suaminya ke RS Bhayangkara Palembang.

“Pada Sabtu (28/9), suami aku sudah boleh keluar dari rumah sakit, sekarang masih menjalani pemeriksaan di Polres OI,”ungkap Hernawati.

Hernawati sendiri sudah melaporkan kejadian tersebut pada propam polda pada sabtu (28/9) saat ini ia terus memantau perkembangan kasus tersebut, ia berencana pula melaporkan kejadian tersebut ke direktorat kriminal umum. “Saya sedang mencari kepastian hukum, agar tidak terjadi lagi keseweang wenangan,” harapnya.

Kabid Humas Polda Sumsel, Djarod R Padakova, mengaku sudah menerima laporan korban. Laporan selanjutnya akan diproses lebih lanjut. “Kita akan coba memanggil terlapor untuk dimintai keterangan. Yang pasti, laporan korban akan terus kita proses,” kata Djarod.

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *