UN Merampas Hak Guru

Ilst. UN | Net

Ilst. UN | Net

PALEMBANG | KS-Ujian Nasional (UN) dianggap merampas hak guru sebagai pengajar dan penilai anak didiknya. Peran seorang guru dalam mengajar dan memberikan penilaian tidak bisa digantikan dengan dengan sebuah ujian, sebaik apapun bentuk ujian tersebut.  Demikian Diungkapkan Dosen Universitas Sriwijaya (Unsri) dan juga Ketua Jurusan Pendidikan Kimia Dr. Hari Sutrisno saat diwawancarai Harian Kabar Sumatera, Rabu (2/10).

“Ujian Nasional ini sudah merampas hak guru,” tegas Hari saat dimintai tanggapannya mengenai hasil Konvensi UN. Yang meghasilkan keputusan bahwa UN akan tetap diselenggarakan.

Menurutnya, yang paling mengetahui kualitas seorang siswa didik adalah guru yang secara langsung mengajar mereka. Karenanya, yang berhak memberikan ujian dan penilaian adalah masing-masing guru itu sendiri. “Jadi tidak bisa guru digantikan dengan ujian,” lanjutnya.

Hari juga menilai, sebuah ujian hanya dapat menguji siswa didik dari segi kognitif atau pengetahuannya. Ujian tidak bisa mengukur kemampuan murid dari segi afektif atau perilaku.

“Jadi UN ini tidak memberikan kualitas apapun bagi pendidikan kita. Lihat saja pendidikan kita nggak pernah maju,” katanya.

Dirinya menambahkan, untuk UN sebaiknya dihapuskan dan sistem penilaian terhadap siswa biar guru yang dapat mengetahuinya. Apalagi sekarang masih banyak pelanggaran yang terjadi pada pelaksanaan UN, misalnya beberapa lembar jawaban yang menyebar melalui telpon.

“ Saya meminta agar UN dihapuskan, dan cara sistem penilaian kita kembalikan kepada setiap guru masing-masing,” ujarnya.

TEKS : AMINUDDIN

EDITOR : ROMI MARADONA




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *