Pengelolaan Aset Milik Pemkot Tidak Jelas

Pemkot Pagaralam

Pemkot Pagaralam

PAGARALAM, KS—Upaya mendukung peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam, dalam hal ini Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA),  tengah menggenjot pendataan ulang terhadap keberadaan aset daerah, baik dalam bentuk bangunan, kendaraan, tanah dan kebun.

“Hingga kini, ada sejumlah aset dareah yang dimiliki Pemerintah Kota Pagaralam belum jelas keberadaannya.  Padahal semua itu merupakan kekayaan dan salah satu pendorong dalam meningkatkan pendapatan daerah (PAD), seperti kebun kopi, bangunan, uang pinjaman dana bergulir, perusahaan daerah dan masih banyak yang lainnya,” ujar Kepala Dinas Pendapatan Pengolahan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Pagaralam  H Haryanto SE MM MBA, didampingi Kabid Aset Faisal SE MM, Rabu (2/10).

Menurutnya, ada sejumlah aset daerah milik Pemkot Pagaralam yang tidak jelas pengelolaanya. Padahal keberadaan aset dimaksud begitu diharapkan akan menambah pendapatan daerah seperti lahan kebun kopi, bangunan dan unit usaha lainnya yang ada kerjasama dengan pemerintah.

“Misalnya kebun kopi yang jumlahnya mencapai ratusan hektare di lokasi perkantoran maupun di lokasi wisata dan disejumlah daerah lainnya,” kata Hariyanto.

Ia mengatakan, selain dalam bentuk tanah dan bangunan, termasuk pula dana bergulir yang dipinjamkan kepada koperasi hingga mencapai miliaran rupiah. Namun hingga kini sejumlah aset tersebut tidak jelas keberadaanya. Sementara bantuan dana bergulir, termasuk berbagai usaha masyarakat yang dilakukan sejak tahun 2002 lalu hingga kini patut dipertanyakan.

“Sebetulnya, Pemkot Pagaralam sudah membeli lahan kebun kopi sejak tahun 2002 lalu dengan luas lebih dari 100 hektare. Sementara dari hasil kebun itu hingga kini  tidak ada yang disetorkan ke kas daerah. Termasuk dana bergulir yang dipinjamkan kepada sejumlah  koperasi hingga mencapai Rp. 2 miliar lebih pun tidak jelas pengelolaanya ” sebut dia  seraya menambahkan sejauh ini Pemkot Pagaralam dan Pemerintah Pusat telah memberikan bantuan baik dalam bentuk barang maupun dana bergulir kepada sekitar 40 lebih Koperasi dengan total aset hingga mencapai diatas Rp. 10 miliar.

Pihak aset DPPKA, sambung Paisal, tengah melakukan inventarisasi di setiap satuan kerja yang ada mulai dari  seluruh sekolah, kelurahan se-Kota Pagaralam dan dilanjutkan kepada sejumlah SKPD yang ada.

“Kami melakukan pendataan ulang, mengukur, dan akan membuat surat perjanjian kerjasama untuk pemanfaatan barang pemerintah baik dalam bentuk tanah, kebun dan bangunan,” singkatnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Koperasi, Ahmadi Damrah SE MM mengatakan, memang cukup banyak koperasi yang menerima bantuan dana subsidi BBM dan bantuan pemerintah mulai tahun 2002 lalu menunggak bantuan dana bergulir seperti yaitu KUD Sinar Surya, KUD Perikanan, KUD

Persatuan, KUD Gading Jaya, KUD  Cempaka dan KUD Dempo Subur.

“Kemudian KUD Bina Wisata, KUD Kowapi, KUD Barokah, KUD Karya Bakti dan KUD Tunas Jaya. Sejumlah koperasi dimaksud mendapat dana bergurir, sedangkan bila ditotalkan dana bergulir maupun aset fisik bantuan untuk koperasi mencapai Rp18 miliar,” sebut Ahmadi.

Teks : Antoni Stefen

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *