Kadis PU Pengairan : Kita Akan Cek Lokasi Irigasi

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Kab Banyuasin Ir Yos Karimudim

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Kab Banyuasin Ir Yos Karimudim

BANYUASIN|KS-Keluhan warga Kelapa Dua, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin terhadap mendangkalnya saluran irigasi di Kelapa Dua Primer 1, Kecamatan Pulau Rimau nampaknya akan sedikit terobati.

Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU),  Pengairan berencana akan melakukan pengerukan terhadap saluran irigasi tersebut.

Kepala Dinas PU Pengairan, Kabupaten Banyusin, Yos Karimudin mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini pihaknya akan meninjau ke lokasi irigasi di daerah Kelapa Dua.  “Kita secepanya akan turun ke lokasi untuk mengecek kondisi di lapangan,” ungkapnya, Rabu (2/10).

Mednurutnya, kondisi air di sawah tidak bisa mengalir ke saluran irigasi berarti kondisi ke dalaman saluran irigasinya tersebut sudah kurang dari 40 persen. “Oleh karena itu, kita secepatnya untuk ke lokasi untuk menentukan  langkah-langkah menangulangi permasalahan tersebut. Kalau tidak cepat kasian para petani,” cetusnya.

Ia menambahkan, jika nantinya dianggap penting, pihaknya akan memanpaatkan eksavator yang ada didinasnya. “Kita  tinggal menyediakan untuk bahan bakar saja, karena kita ada dua eksavator dan pengemudi yang sudah diberi honor yang dapat digunakan,” lanjutnya.

Seperti diberitakan sebelumya, para petani di Kelapa dua saat ini  ketar-ketir, sawahnya akan tergenang air dan tidak dapat surut, akibat air dari sawah tidak dapat mengalir dengan lancar kesaluran irigasi, sehingga padi yang ditanamnya akan terganggu bahkan bisa mati sebelum berbuah.

Dikatakannya, pendangkalan saluran irigasi yang terdapat didesanya ada 11 Skunder, yang masing-masingnya sepanjang 2 km dan 1 SDU serta 1 primer yang masing-masing sepanjang 4 km sudah terlihat lama tidak dilakukan oleh pihak Dinas PU Pengairan

Diakuianya bahwa pendangkalan itu membuat petani didesanya banyak mengeluh karena hasil panennya tidak maksimal.

Yang disesalkan para petani kata Kukuh, dengan terjadinya pendangkalan itu yang mengakibatkan merosotnya hasil panen. Sebab selama ini petani sawah didesanya andalan stok pangan beras baik di Banyuasin bahkan di Sumatera Selatan.

Teks : Diding Karnadi

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *