Harga Hewan Qurban Diprediksi Naik

Ilst. Hewan Qurban

Ilst. Hewan Qurban

PALEMBANG, KS-Menjelang Idul Adha, harga hewan qurban yang di jual pedagang tahun ini di prakirakan akan naik sekitar sepuluh persen jika dibandingkan pada harga hewan qurban sebelumnya. Prediksi ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutan (DP2K) Palembang Harrey Hadi melalu Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Hewan, Bonardo, Rabu (2/10).

Bonardo menyebut berdasarkan pengalaman pihaknya, biasanya setiap tahun harga hewan qurban mengalami kenaikan sekitar 10 persen. “Di 2011 lalu, harga hewan qurban Rp7 juta. Namun di 2012 naik menjadi Rp8 juta, artinya ada kenaikan sekitar 10 persen. Kita prediksi di 2013, harga hewan qurban ini sekitar Rp9 juta,” kata Bonardo.

Untuk kecukupan hewan qurban, ia menjamin stok hewan hewan qurban tidak ada masalah. DP2K jelasnya, sudah menyiapkan 3000 ekor sapi dan 4500 ekor kambing. “Ini semua persiapan untuk qurban, ini sudah mencukupi untuk wilayah Palembang,”ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Bonardo juga menghimbau pedagang hewan qurban untuk menjual hewan qurban yang cukup umur. Maksudnya, hewan qurban yang di jual adalah hewan qurban yang sudah memenuhi ketentuan syar’i yakni sudah berumur dua tahun untuk sapi dan berumur satu tahun untuk kambing.

Menurut Bonardo, bukan lagi menjadi rahasia umum, bahwasanya pedagang menginginkan keuntungan lebih. Tapi mengenai umur hewan yang layak qurban haruslah dipatuhi. Karena semua itu sudah menjadi ketentuan agama. “Ini sudah berkaitan dengan keyakinan, jadi kami harapkan semua pedagang untuk mematuhi itu semua,”ujarnya.

“Untuk mengetahui hewan qurban itu, usianya sudah sesuai dengan ketentuan agama atau tidak bisa dengan mudah di ketahui. Untuk sapi, jika sudah berumur dua tahun maka sepasang gigi aslinya sudah tumbuh. Begitu juga dengan kambing, yang sudah berumur satu tahun,” bebernya.

DP2K sambungnya, juga telah membentuk tim untuk mengecek kesehatan sapi dan kambing yang di jual pedagang sebagai hewan qurban. “Sejauh ini, tidak ada hewan qurban yang sakit maupun cacat, kami terus melakukan pengecekan di penjual dan peternak hewan,”ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala DP2K Kota Palembang, Harrey Hadi menyebut, mereka sudah membentuk satuan tugas (satgas) yang bertugas memastikan hewan qurban yang diperdagangkan tersebut dalam kondisi sehat.

Menurut Hari, satgas ini terdiri dari dokter hewan dan petugas dari empat unit teknis pelaksana teknis daerah (UPTD) yang meliputi Sekojo, Seberang Ulu, Talang Betutu, dan Gandus.

“Setiap hari mereka berkeliling, memeriksa kesehatan hewan qurban. Ini guna memastikan hewan untuk qurban,  benar-benar sehat sehingga kalau hewan terjangkit berbahaya seperti antrak dan jemberan cepat diketahui,”kata Hari ketika dibincangi, kemarin.

Adapun pemeriksaan yang dilakukan yakni dengan antimorfen dan fosmorfin. Untuk umur hewan ternak yang sesuai, bisa dilihat dari kesehatan gigi bawahnya. “Kalau sapi harus dua tahun, kambing 1,5 tahun. Terkadang kami temukan sapi India yang besar dan sehat, tapi usianya kurang dari dua tahun. Ini harus dipahami pedagang dan masyarakat, yang akan membeli hewan qurban,”tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *