BNI Pertahankan KTA Pada Posisi 9,5 – 10,5 %

bni

PALEMBANG | KS –Dengan adanya keputusan Bank Indonesia untuk meningkatkan BI rate menjadi 7 %, yang meyebabkan  kondisi suku bunga kredit mengalami kenaikan. Bank Negara Indonesia (BNI) memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga Kredit Tanpa Angunan(KTA) yakni BNI Flexi pada posisi 9,5 % -10,5 %.

Hal ini berbeda dengan produk Kredit lain yang sudah mengalami kenaikan, misalnya saja Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang suku bunganya naik dari sebelumnya 6,9 persen menjadi 9,9 persen pertahun.

Bambang Prihantono, Regional Sales Manager BNI Wilayah Palembang, mengatakan pihaknya masih mempertahankan suku bunga pada kisaran tersebut, pasalnya sampai saat ini belum ada keputusan dari pusat untuk menaikkan suku bunga.

Dengan keputusan tersebut, membuat produk kredit ini makin diminati, dimana posisinya berada tepat dibawah KPR dalam kontribusinya terhadap penyaluran bunga consumer. “Saat ini, banyak masyarakat yang beralih untuk menggunakan produk KTA ini, pasalnya bunga yang dikenakan cukup kompetitif,”jelasnya.

Selain itu, produk ini cukup diminati, pasalnya untuk mendapatkan pinjaman kredit, nasabah hanya butuh surat keputusan (SK) pengangkatan karyawan tetap di perusahaan yang sudah melakukan Pekerjaan kerjasama (PKS).

“Nilai pinjaman yang diberikan mulai adalah 5 kali gaji  dengan pembiayaan mulai dari Rp 10 hingga Rp 100 juta, tergantung dari penghasilan nasabah.Dan masa angsuran yang ditawarkan minimum 3-5 tahun,”katanya.

Namun ada fasilitas lebih yang akan diberikan,apabila perusahaan tersebut melakukan Perjanjian Kerja sama (PKS) dengan BNI. Fasilitas tambahan tersebut adalah potongan bunga hingga satu persen.

Dengan fasilitas yang ditawarkan tersebut membuat produk ini cukup diminati oleh masyarakat dengan memberikan sumbangsih 30%  dari total penyaluran kredit konsumer.

“Sudah ada sekitar 100 perusahaan yang telah melakukan hubungan PKS seperti untuk pelaksanaan program ini antara lain, PTPN VII,  PTKAI, Pertamina, PDAM, PLN, Pusri,Unsri,Pajak,institusi rumah sakit dan perusahaan lainnya.,”ungkapnya.

Diminatinya produk ini karena prosesnya yang mudah dan cepat. Biasanya dana tersebut digunakan untuk memenuhi beragam kebutuhan baik untuk sekolah,buat lebaran, maupun cicilan kendaraan.

“Masih banyak potensi pasar kredit jenis ini yang belum  tergali.Itulah sebabnya kami terus melakukan kerjasama dengan beberapa perusahaan,”Tutupnya

TEKS : JADID ULUL ALBAB

EDITOR : ROMI MARADONA




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *