Target Turunkan Emisi 5,85 % OKI Kawasan Gambut Berkelanjutan

Ilst. emisi

Ilst. emisi

KAYUAGUNG– KS-Rehabilitasi lahan gambut terdegradasi berbasis Hutan Tanaman Industri (HTI)  di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) telah dirancang sebagai kawasan ekosistem berkelanjutan. Pembangunan HTI dengan izin  seluas 585.405 hektar sejak tahun 2006, sampai saat ini sudah tertanam Akasia kurang lebih 300 ribu ha, ditargetkan dapat menurunkan emisi sebesar 5,85 persen.

Menurut Staf  Khusus Gubernur Sumsel bidang Perubahan Iklim Dr Najib Asmani, bahwa pembangunan HTI di kawasan gambut Kabupaten OKI banyak memberikan manfaat yang positif.  Dari sisi ekonomi dengan investasi trilyunan rupiah menjadikan kawasan Pantai Timur OKI sebagai salah satu Kawasan Sentra Ekonomi Baru, meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta membuka akses daerah.

Selain itu, menurut pria yang juga menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Ekonomi Pertanian (Perhepi) Sumsel ini, dari sisi ekologis menjadikan kawasan hijau  dengan hamparan sekitar 655 juta pohon akasia dengan manajemen tata air mikro. Dari riset yang dilakukan pada tahun 2011 di sekitar HTI tercipta 8 jenis lapangan kerja baru.

HTI mampu menyerap 220 ribu tenaga kerja, dan telah meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitarnya 38- 57%.  Keberadaan HTI dapat mencegah kebakaran gambut, diprediksi berkontribusi menurunkan emisi sebesar 5,85 % dari target 26 % penurunan emisi Indonesia tahun 2020,jelasnya.

Kerjasama pemerintah dengan pihak swasta dalam merehabilitasi lahan gambut kritis melalui HTI merupakan pemanfaatan gambut dengan cara yang benar dan menjadikan lahan gambut sebagai lahan yang baik (arable land) untuk ditanami yang menghasilkan kesejahteraan masyrakat, ujar Najib Asmani seraya mengatakan hal inipun disampaikannya dalam International Tropical Peat Workshop  pada 7 September 2013 lalu di Sibu Serawak Malaysia.

Kalau di Malaysia rehabilitasi lahan gambut untuk perkebunan kelapa sawit yang menghasilkan produktivitas tinggi, sementara kalau di Kabupaten OKI rehabilitasi lahan gambut dengan pembangunan HTI dan itu sudah sesuai prosedur yang berlaku di negara kita. Saatnya bagi pemerintah merancang Kawasan Gambut Berkelanjutan yang mencakup Kabupaten OKI, MUBA dan Banyuasin,ujarnya.

Ditambahkan oleh Kepala Departemen External Relation PT SBA Wood Industries, Armaizal, rehabilitasi lahan gambut di OKI dikelola oleh tiga perusahaan HTI, yakni PT Sebangun Bumi Andalas (SBA) Wood Industries mengelola sebanyak 142.355 ha, PT Bumi Mekar Hijau (BMH)  350.370 ha dan PT Bumi Andalas Permai (BAP) sebanyak 192.700 ha.

Konsep HTI bukanlah merupakan kegiatan dengan pola monokultur, dari  luas izin HTI sebanyak 585 ribu ha, 70% Tanaman Pokok, kemudian tata ruang HTI diatur untuk konservasi sebesar 10%, untuk tanaman unggulan lokal sebesar 10%, budidaya tanaman kehidupan masyarakat sebesar  5 % dan sisanya sebesar 5 % untuk infra struktur,ujarnya.

Ditambahkan Kepala Dinas Kehutanan OKI Alibudin melalui  Kabid Perlindungan Hutan, Junaidi, dengan adanya HTI Kawasan Gambut di OKI bisa terjaga dan diawasi sehingga kebakaran lahan gambut dapat dihindari. Kalau lahan gambut itu tidak dikelola oleh swasta, entah siapa yang akan mengawasinya dari kebakaran,ujarnya

Teks: Emil Hidayat

Editor: Sarono P Sasmito

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *