Petani Keluhkan Dangkalnya Saluran Irigasi

Ilst. Irigasi

Ilst. Irigasi

BANYUASIN | KS-Dangkalnya saluran irigasi di Kelapa Dua Primer 1, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin membuat ketar-ketir para petani setempat.

Petani khawatir, sawah akan tergenang air dan tidak dapat surut, akibat air dari sawah tidak dapat mengalir dengan lancar ke saluran irigasi. Imbasnya,  padi yang di tanam akan terganggu bahkan bisa mati sebelum berbuah.

“jika musim kemarau saat air pasang pun tidak mampu mengalir ke lokasi persawahan,” jelas Kepala Desa Kelapa Dua, Kukuh, Selasa (1/10).

Menurutnya, pendangkalan saluran irigasi yang terdapat didesanya ada 11 skunder. Dimana masing-masingnya sepanjang 2 km. “Dangkalnya air tersebut membuat petani banyak mengeluh karena hasil panennya tidak maksimal,” ucapnya.

Yang disesalkan para petani, kata Kukuh, dengan terjadinya pendangkalan itu yang mengakibatkan merosotnya hasil panen. Sebab selama ini petani sawah didesanya andalan stok pangan beras baik di Banyuasin bahkan di Sumatera Selatan.

“Bahkan beras dari desanya sempat di kirim ke Provinsi lampung dan Jambi. Akibat dangkal saluran irigasinya,  saat ini terbalik menjadi konsumen raskin,” ujarnya sedih.

Dirinya berharap, kepada wakil rakyat khususnya dari Daerah Pemilihan (Dapil), Kecamatan Pulau Rimau bisa mengusulkan bahkan mendesak Pemkab Banyuasin untuk melakukan pengerukan. “Jika sampai musim tanam tahun depan masih dibiarkan tentu petani akan sengsara,” sambungnya.

Salah seorang warga, Darsono mengatakan, saat ini saluran irigasi didesanya banyak yang dangkal dan para petani banyak mengeluh karena penghasilannya jauh merosot. “Sedihnya lagi, petani sawah didesanya menjadi percontohan, sekarang berubah menjadi petani miskin,” jelasnya singkat.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Pengairan saai dihubungi tidak berada dikantornya, begitu juga saat dihubungi lewat ponselnya tak ada jawaban.

Teks : Diding Karnadi

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *