Pertumbuhan Rumah Kos Naik 10 Persen

Jumlah Kos-kosan di Inderalaya yang terus mengalami peningkatan

Jumlah Kos-kosan di Inderalaya yang terus mengalami peningkatan

INDRALAYA|KS-Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Ogan Ilir (OI), terus meningkat. Hal itu dapat dilihat seiring dengan meningkatnya pembangunan khususnya pembangunan kos-kosan di Kota Inderalaya.

Keberadaan rumah makan, perkantoran, pabrik hingga adanya kampus Universitas Sriwijaya (Unsri), dinilai menjadi pemicu pembangunan tersebut.

Saat ini, pertumbuhan rumah kos di kawasan Indralaya dan Indralaya Utara tepatnya di Kelurahan Timbangan meningkat hingga 10 persen.

Seketaris Camat Indralaya Utara, Suandi, S.Kom mengatakan, dari hasil pendataan yang dilakukan pihak Kecamatan Indralaya Utara selama dua tahun terakhir, terjadi pertumbuhan rumah kos hingga 10 persen.

Menurutnya, lokasi yang paling banyak berdiri rumah kos yakni di Kecamatan Indralaya Utara berada Kelurahan Timbangan. “Ya, dalam dua tahun ini, banyak berdiri kos-kosan. Ini dampak positif adanya Unsri, kantor, rumah makan dan lain-lain,” terangnya.

Namun, sayangnya, hingga saat ini menjamurnya rumah kos di wilayahnya khususnya di Kabupaten Ogan Ilir ini, belum bisa menambah pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Sekarang sedang diusulkan, mudah-mudahn 2014 mendatang bisa teralisasi,” harapnya.

Sementara itu, untuk memastikan tidak terjadi penyalahgunaan perizinan pada pendirian rumah kos, pihaknya akan terus melakukan pendataan rumah kos. Dengan semakin sering didata, akan mendapatkan angka pasti terkait keberadaan rumkah kos termasuk penghuni kos.

“Secara total ada ratusan rumah kos yang ada di Kecamatan Indralaya Utara yang di dominasi di Kelurahan timbangan tepatnya di sekitar kampus Unsri sendiri,” imbuhnya.

Selain itu, sambungnya, terkait tertib administrasi kependudukan, pihaknya juga akan tetap melakukan pengawasan dan pendataan identitas kependudukan penghuni rumah kos. Apalagi, hampir 100 persen penghuni kos merupakan mahasiswa atau karyawan dari luar Kabupaten Ogan Ilir.

“Proses administrasi akan tetap dilakukan, sehingga keberadaan penghuni kos juga terpantau. Ini juga untuk meminimalisir warga pendatang gelap yang indekos,” tegasnya.

Terpisah Wakil Bupati Ogan Ilir Daud Hasyim mengatakan, seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan tentang kemajuan Ogan Ilir, terutama usaha rumah kos atau indekos yang terus mengalami perkembangan yang pesat. Maka, pihaknya berencana memberlakukan pajak rumah kos, untuk PAD Ogan Ilir.

“Tentunya  perlu pengawasan dan pembinaan untuk meminimalisir dampak negatif,” ungkapnya belum lama ini.

Untuk itu, lanjut Wabup, pihaknya beserta dewan tengah merancang Peraturan Daerah (Perda), untuk mengatur pajak serta ketentuan lainnya.

Hj Rodiah (36), warga Indralaya yang juga pemilik kos mengatakan, sebenarnya dirinya keberatan dengan adanya ketentuan tersebut. Dirinya khawatir, jika berlaku dapat menambah beban kepada si penyewa.

“Ya, pasti nambah beban juga Mas. Otomatis harga sewa juga akan kita naikkan lagi. Tapi kalau tetap berlaku, otomatis kita harus ikutin ketentuan yang berlaku,” singkatnya.

Teks : Junaedi Abdillah

Editor : Imron Supriyadi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *