Kisruh Pilkades di PALI, Camat Penukal Dicopot

pilkades

PALI | KS-Kisruhnya Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di dua desa di Kecamatan Penukal, akhirnya berbuntut panjang. Pilkades Desa Mangku Negara dan Desa Babat itu memakan korban. Camat Penukal, Asminton SH pun dicopot dari jabatannya dan dipindahkan menjadi Kepala Bidang (Kabid) Tata Ruang Dinas Perhubungan.

Untuk melaksanakan tugas di Kecamatan Penukal, Caretaker Bupati PALI, Ir H Heri Amalindo

menunjuk Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Asrohi, S.Sos, MH sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Camat.

Plt Sekretaris Daerah Amiruddin Tjikmat yang ditemui KabarPALI (1/10) di perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PALI Km 10 membantah keras bila pemindahan Asminton terkait kisruh Pilkades. “Bukannya dicopot, tapi disegarkan dan dibina. Mutasi dalam pemerintahan itu hal biasa. Buktinya Pak Asminton diberi jabatan sebagai Kabid. Dalam pemerintahan mutasi dan pembinaan itu hal yang biasa dan tidak perlu dibesar-besarkan,” ,” ujarnya.

Bila ada pihak-pihak yang mengaitkan pemindahan itu dengan kasus kisruh Pilkades, menurut Amirudin, silahkan saja. Karena hal itu merupakan hak yang bicara. Tetapi Pemkab PALI membuat kebijakan tersebut, semata-mata demi kebaikan Pemkab, dan kebaikan Asminton dan demi kebaikan masyarakat PALI. “Keputusan diambil kan semata-mata demi kebaikan semuanya,” tegasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dua Pilkades di Kecamatan Penukal menyisakan masalah. Pilkades Mangkunegara harus dipilih ulang karena terjadi perselisihan jumlah suara sah sebanyak 2 suara. Sementara calon yang memenangi Pilkades itu juga menang dengan dua suara.

Tak pelak, selisih suara ini memancing protes kandidat yang kalah. Bahkan kandidat yang kalah menuding pihak panitia telah melakukan pemalsuan tanda tangan ketua BPD Mangkunegara.

Bukan hanya Pilkades Desa Mangkunegara saja yang menuai masalah. Pilkades Desa Babat Kecamatan Penukal juga masih menyisakan problem. Dalam Pilkades Desa Babat, kandidat yang kalah menuding pemenang Pilkades tersebut melakukan politik uang (money politic). Padahal sudah ada kesepakatan antara kandidat untuk tidak melakukan money politics dan bilamana terbukti, kandidat yang bersedia tidak dilantik.

Akibat kisruh itu, puluhan massa dari desa Babat melakukan aksi di halaman kantor Bupati PALI, beberapa waktu lalu. Kisruh dua Pilkades inilah yang diduga oleh beberapa pihak, memicu pencopotan Asminton.  Sementara itu, Asminton saat dikonfirmasi mengenai hal ini, membantah bila dirinya dianggap tidak pecus bekerja.**

TEKS / FOTO : INDRA SETIA HARIS

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *