Lusa, Mulai Diterapkan Parkir Progresif di Pemkot

parkir

PALEMBANG, KS-Untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Palembang, Pemerintah Kota (pemkot) Palembang mulai mengkomersilkan sejumlah kawasan salah satunya di kawasan Kantor Wali Kota Palembang, Jalan Merdeka.

Jika sebelumnya, masyarakat yang hendak berurusan di kantor ledeng tersebut dengan bebasnya bisa memarkirkan kendaraanya secara gratis. Namun mulai lusa, Selasa (1/10), kendarana yang parkir di kantor Wali Kota Palembang akan di tarik retribusi parkir.

Tarif parkir yang dikenakan kepada pemilik kendaraan pun, adalah tarif parkir progresif. Artinya, semakin lama kendaraan terparkir maka retribusi yang ditarik juga semakin besar. Untuk mengelola parkir di kawasan tersebut, pemkot menunjuk Good Parking CV Duta Karya sebagai pengelolaanya.

“Rencananya mulai 1 Oktober, kita akan mulai menarik tarif parkir  bagi kendaraan di kantor Pemkot Palembang. Sosialisasi sudah kita lakukan sejak satu minggu lalu, sekarang tinggal menunggu tinta hijau (persetujuan) dari Sekda,” kata Supervisor Good Parking CV Duta Karya, Jarwoto, kemarin.

Untuk tahap uji coba jelasnya, tarif parkir progresif dilingkungan pemkot itu akan diberlakukan kepada pengendara kendaraan yang hendak berurusan di Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) saja.

Sedangkan untuk pegawai di lingkungan pemkot, tidak akan di tarik parkir kendaraanya. Namu mereka sebut Jarwoto, tetap harus mengambil tiket parkir untuk menjamin keamanan kendaraan mereka.

Dalam tiket parkir yang diambil setiap pengunjung, sebelum memarkirkan kendaraanya sebut dia tertera Rp0 alias gratis. Namun itu tegasnya, hanya berlaku untuk pegawai dilingkungan pemkot saja.

“Sementara untuk kendaraan diluar pegawai, tarif parkir yang dikenakan belum tarif progresif yakni tarif plat sebesar Rp2000 untuk kendaraan roda dua dan Rp3000 untuk kendaraan roda empat,” bebernya.

Namun kedepannya, tarif parkir progresif lah yang akan diberlakukan. Hitungannya sebut dia, sama seperti tarif parkir progresif yang diterapkan di mal-mal di Kota Palembang. “Tarif progresif  yang bakal diberlakukan nanti, yakni Rp2000 untuk kendaraan roda dua satu jam pertama dan Rp1000 akumulasi tiap jamnya dengan ketentuan tarif maksimal Rp8000. Sementara mobil dikenakan tarif Rp 3000 satu jam pertama, dengan akumulasi 1000 perjamnya,”imbuhnya.

Sementara itu Kasubag Rumah Tangga Setda Kota Palembang, Ngadiran mengatakan penerapan parkir ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna kendaraan agar jangan sampai adanya hal-hal tak diinginkan selama kendaraan tersebut di parkrir di kawasan pemkot. karena selama ini kendaraan bebas keluar masuk tanpa pengawasan.

“Selama ini, keluar masuk kendaraan tidak terawasi dengan maksimal. Jika ada karcis kan, bisa menimalisir aksi pencurian. Apalagi saat ini, marak aksi pencurian kendaraan bermotor, jadi hanya pemegang tanda parkir saja yang bisa mengeluarkan kendaraan yang terparkir,”tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *