Pejabat Harus Paham KIP

ekonomi-perbankan

PAGARALAM, KS-Seiring dengan kian majunya dunia teknologi, masyarakat dengan mudah mendapatkan informasi dari belahan dunia manapun. Kemajuan teknologi khususnya teknologi informasi ini, mau tidak mau menurut Staf  Khusus Kementrian Komunikasi dan Informasi, Supomo, harus diikuti oleh badan publik termasuk pemerintah daerah.

Karenanya kata Supomo, pemerintah daerah harus membuka akses bagi setiap pemohon informasi publik untuk mendapatkan informasi publik, kecuali  ada beberapa informasi tertentu yang masih bersifat sementara dan belum bisa di informasikan kepada umum.

“Sesuai dengan ketentuan yang diamanatkan oleh Undang-Undang (UU) Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), semua badan publik harus memberikan informasi kepada setiap pemohon informasi. Artinya, badan publik harus terbuka memberikan informasi kepada masyarakat kecuali informasi yang sifatnya belum bisa disampaikan,” jelas Supomo saat sosialisasi keterbukaan informasi publik di Hotel Wisata Gunung Gare, Jalan Laskar Wanita Mintarjo, Pagaralam, Kamis (26/9).

Ia menjelaskan, UU KIP tersebut dibuat dan disahkan tujuannya untuk menjamin hak-hak warga negara, untuk mengetahui rencana pembuatan kebijakan publik, program kebijakan publik, dan proses pengambilan keputusan publik, serta alasan pengambilan suatu keputusan publik.

“Pastinya hal ini, dapat mendorong adanya partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan publik untuk mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik, transparan, efektif dan efisien, akuntabel serta dapat dipertanggungjawabkan,”  ucapnya.

Tetapi ada informasi sambungnya, yang tidak mesti harus diberikan kepada publik. Informasi itu, adalah informasi jika dibuka atau diberikan dapat menimbulkan masalah dengan hukum, membuka rahasia negara, menimbulkan persaingan tidak sehat, dan berbahaya dalam hubungan dengan luar negeri. “Jika kondisinya seperti itu, maka pejabat atau badan publik berhak untuk tidak membuka maupun memberikan informasi dimaksud,” ujarnya.

Teks     : Antoni Stefen

Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *