Pejabat Dites Urine Mendadak

tes-urine

Ilst. test Urine

PALEMBANG, KS-Pejabat dilingkungan Pemerintah Kota (pemkot) Palembang, Senin (16/9), dibuat terkejut. Mereka mendadak di kumpulkan di ruang Prameswara pemkot, untuk di tes urine. Ini untuk mengetahui apakah, mereka mengkonsumsi narkoba atau tidak.

Pantauan Kabar Sumatera, mau tidak mau sekitar 400 pejabat eselon II dan III, pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan lurah di Kota Palembang harus antri dan bergantian, masuk ke kamar kecil (toilet) untuk mengambil sample urine.

Tes urine ini, mendapatkan penjagaan ketat personel dari Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel dan disaksikan langsung Kepala laboratorium Forensik Polri Cabang Palembang, Kombes Ulung Kaniaya, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumsel Brigjen Bontor Hutapea, serta Kepala Satuan (Kasat) Reserse Narkoba Polresta Palembang, AKP Suryadi .

“Tes urine ini, sengaja dilakukan mendadak agar tidak ada pejabat dilingkungan pemkot yang menjadi pengkonsumsi narkoba,” kata Wali Kota Palembang, Romi Herton yang dibincangi saat menyaksikan tes urine tersebut.

Tes urine ini juga tegas Romi, adalah komitmennya untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa di periodeisasi kepemimpinanya, Palembang harus bebas narkoba. “Pemberantasan narkoba itu, harus dimulai dari pemkot sendiri sehingga bisa memberikan contoh kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia meminta, semua pegawai negeri sipil (PNS) dan pejabat dilingkungan pemkot untuk menjauhi narkoba. Menurutnya, semua pejabat pemkot pun di larang untuk berada di tempat-tempat yang berpotensi menjadi tempat peredaran narkoba. “Jika ada pejabat atau PNS yang terbukti mengkonsumsi narkoba, atau memakai zat adiktif lainnya akan dikenakan sanksi pemecatan,” ancamannya.

Nantinya sambung Romi, setiap satuan kerja pelaksana daerah (SKPD) di lingkungan pemkot diminta untuk melakukan tes urine juga kepada pegawainya. “Saya menghimbau, masyarakat untuk menjauhi narkoba,” ajaknya.

Sementara itu Sekretaris BNN Palembang, H.Ismail Ishak menjelaskan, sebelumnya BNK telah melakukan sosialisasi wacana akan melakukan tes urine tersebut. “Ini sifatnya pembinaan, karena pengunaan narkoba ini sanksinya sangat berat,”katanya.

Ia menerangkan, urine dari ratusan pejabat yang diambil hari ini akan di periksa di labortorium forensik Polda Sumsel. “Dalam dua atau tiga hari kedepan, hasilnya sudah bisa diketahui,” tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra
Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *