Puluhan Honorer Bakal Diberhentikan

HONORER'

Ilst. Honorer | net

PALEMBANG, KS-Pemerintah Kota (pemkot) Palembang, bakal memberhentikan puluhan tenaga honorer yang bekerja dilingkungan pemkot. Pemberhentian itu dilakukan karena puluhan honorer itu sudah melanggar aturan disiplin.

“Ada 26 honorer, yang akan diberhentikan. Mereka ini sudah jarang masuk, absensinya juga tidak aktif,” jelas Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Palembang, Kurniawan, ketika dibincangi di ruang kerjanya, Senin (9/9).

Selama ini jelas Kurniawan, kinerja tenaga honorer dipantau melalui satuan kerja perangkat daerah (SKPD) masing-masing. Mereka sebutnya, terus dinilai tingkat kedisiplinan sampai dengan loyalitas.

Hasilnya, banyak yang jarang masuk atau bekerja malas-malasan. Karenanya, BKD memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak tenaga honorer ini. Kontra tenaga honorer sendiri jelas Kurniawan, diperpanjang setiap satu tahun sekali.

Menurut Kurniawan, saat ini jumlah tenaga honorer yang ada di Pemkot Palembang mencapai 2.083 orang. “Ini sudah cukup banyak sebenarnya, apalagi masing-masing tenaga honorer tersebut digaji Rp1,2 juta perbulan. Karena itu, sekarang kita memperketat pengawasan tenaga honorer. Sehingga, mereka bekerja dengan maksimal lagi,”tegasnya.

Kurniawan menjelaskan, tenaga honorer yang diberhentikan ini, tersebar di seluruh SKPD yang ada di Pemkot Palembang. “Selanjutnya, akan kami pantau terus kinerja honorer ini. Kalau memang masih ada yang malas-malasan, maka kontraknya akan kami evaluasi lagi,”ujarnya.

Kurniawan mengaku, adanya evaluasi kinerja tenaga honorer ini yang berujung pada pemutusan kontrak kerja, karena ada faktor lain. Misalnya, ada yang ingin masuk bekerja sebagai honorer lagi. “Tidak ada alasan itu, kita hanya ingin evaluasi agar tidak ada lagi istilah tenaga honorer kerjanya hanya malas atau duduk. Sebab, mereka itu digaji,”bebernya.

Kurniawan menegaskan, hingga saat ini dari hasil konsultasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan), belum ada informasi pengangkatan lagi untuk menjadi CPNS dari tenaga honorer.

“Tidak ada lagi pengangkatan tenaga honorer jadi CPNS. Sampai saat ini, kebijakan pemerintah untuk pengangkatan CPNS dari tenaga honorer saat tes honorer kategori K II, yang akan dilakukan pada 2 November mendatang. Setelah itu, belum ada lagi. Kalaupun ingin jadi PNS, tenaga honorer tersebut harus mengikuti seleksi melalui jalur umum,”bebernya.

Untuk seleksi tenaga honorer K II, Kurniawan menambahkan, diperkirakan akan memakai lima sekolah yang ada di Palembang. “Pesertanya ada 1.600 an orang. BKD Palembang hanya menyiapkan tempat dan peserta. Semua soal dan hasil tes akan diperiksa oleh pemerintah pusat melalui konsorsium perguruan tinggi negeri,”tukasnya.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *