Keberadaan Mobdin Mantan Walikota Dipertanyakan

HL-andalas----Mobil-Dinas-yang-belum-dikembalikan-mantan-walikota-Drs-H-Djazuli-Kuris-MM

Mobil Dinas yang belum dikembalikan mantan walikota Drs H Djazuli Kuris MM

PAGARALAM | KS-Meski sudah lima bulan tidak lagi menjabat Walikota Pagaralam, namun hingga kini, keberadaan Mobil Dinas (Mobdin),  Land Croser (LC), milik mantan Walikota Pagaralam, Drs H. Djazuli Kuris MM yang dibeli sekitar senilai Rp 2,1 Miliar pada tahun 2011 lalu dipertanyakan.

“Mantan Walikota Pagaralam ini,  sudah memiliki mobil pribadi LC hasil lelangan yang dibeli sekitar tahun 2012 lalu. Namun yang bersangkutan masih ingin menguasi mobil LC yang baru dibeli sekitar 2011 senilai Rp2,1 miliar dan  masih belum memenuhi persyaratan untuk dilakukan lelang,” kata Tokoh Pemuda Pagaralam, Hendri Ganesa SE, Senin (9/9).

Menurutnya, sikap yang ditujukan mantan orang nomor satu di Pagaralam ini sama sekali tidak dapat memberikan contoh yang baik sebagai seorang tokoh di Bumi Besemah ini.

“Jika disesuaikan dengan aturan yang diberlakukan, minimal 5-10 tahun baru bisa dilelang. Sementara baru dua tahun sudah di lelang, kan melanggan peraturan,” ungkapnya.

Ia mengatakan, sikap mantan walikota ini bisa diancam pidana, karena disinyalir telah melakukan perampasan barang negara atau aset daerah yang seharusnya diserahkan kepada Pemerintah Kota Pagaralam.

“Sebenarnya yang berwenang untuk melakukan menegur yang bersangkutan yakni DPRD dengan membuat surat pemberitahuan agar mantan walikota Djazuli Kuris segera mengembalikan  mobil dinas tersebut,” bebernya.

Lebih jauh Hendri mengatakan, sesuai dengan aturan yang diberlakukan, jikasidah tiga bulan belum dikembalikan, maka DPRD harus membuat surat pemberitahuan untuk pengembalian.

“Sebenarnya untuk apa pula mantan walikota ngumpulkan mobil LC. Sementara mantan Walikota Djazuli Kuris sudah mendapat lelangan mobil dinas yang sudah lebih dahulu dibeli pada periode pertama ia menjabat jadi kepala daerah 2003-2008 lalu,” kata Hendri.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Pagaralam Dwikora Sastra Negara SH mengatakan, jika pejabat tersebut sudah tidak lagi menduduki jabatan harus kembalikan mobil dinas, kalau ingin menguasai ada aturanya.

“Sebenarnya ada tiga mobil kendaraan dinas Walikota Pagaralam, yaitu dua unit LC dan satu unit lagi BMW. Sekarang baru satu dikembalikan sedangkan LC dibeli tahun 2011 masih diberada ditangan yang bersangkutan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, agar instansi terkait segera memberikan surat pemberitahuan untuk pengembalian mobil dinas Walikota terbaru tersebut.

“Mobil itu belum bisa di lelang, karena baru dua tahun dibeli. Selain itu tidak ada alasan sebagai bentuk penghargaan kepada mantan walikota yang pernah menjabat, karena semua itu ada aturan mainnya,” ujarnya seraya menambahkan jangan aturan dibuat semaunya sendiri, jika tidak mau mengembalikan bisa diancam pidana perampasan dan penggelapan.

Teks : Antoni Stefen

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *