Ironisme Putusan Djoko Susilo

sarono

OLEH SARONO P SASMITO

ADA yang menarik ketika Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK) menyatakan berencana akan mengajukan banding atas vonis 10 tahun penjara dan denda Rp500 juta terhadap Irjen Pol Djoko Susilo karena masih dianggap belum memenuhi rasa keadilan. Gema putusan itu bukan hanya menghinggapi suasana batin keadilan di Jakarta, tapi juga menyeruak di pikiran dan benak rakyat yang tinggal di Palembang dan Sumatera Selatan ini.

Apalagi kemudian kita juga mendengar Ketua KPK Abraham Samad menyatakan sekarang tahapan KPK dalam posisi masih berfikir-fikir tapi hampir dipastikan kami mengajukan banding. Kalau saya secara pribadi memang mengusulkan banding,
Menurut dia, vonis yang diberikan kepada terpidana kasus korupsi simulator uji klinik pengemudi roda dua dan empat tahun anggaran 2011 tersebut terlalu ringan sehingga belum memenuhi rasa kedailan di dalam masyarakat.
“Menurut hemat kami ada beberapa hal yang belum memenuhi rasa keadilan misalnya tuntutan kami dari 18 tahun menjadi 10 tahun. Walaupun memang kami tetap harus menyatakan menghormati keputusan pengadilan,”katanya.
Ia mengatakan KPK hingga saat ini masih melakukan pendalaman dan pengkajian amar putusan Majelis Hakim kepada Djoko Susilo dalam upaya menentukan langkah yang akan diambil KPK untuk menindaklanjuti kasus tersebut.
Pada Selasa (3/9) Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis 10 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan terhadap mantan Kepala Korps Lalu Lintas Irjen Pol Djoko Susilo.
Vonis itu jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum KPK yang menuntut Djoko selama 18 tahun penjara dengan denda Rp1 miliar subsider satu tahun kurungan, serta membayar uang pengganti sebesar Rp32 miliar.
Kita juga mendapati kasus-kasus pidana lain yang menimpa rakyat kecil meskipun kasusnya ringan tapi tak jarang mendapatkan hukuman yang sangat berat. Tetapi ketika pelakunya pejabat apalgi dari kepolisian yang seharusnya sebagai garda terdepan dalam menegakkan hokum justru mendapatkan vonis yang ringan. Bukankah seharusnya mereka yang melakukan itu dan merugikan Negara dalam jumlah besar juga divonis dengan hukuman yang berat.

Kita jadi pesimis, kalau hukuman bagi para koruptor bias ringan seperti itu maka tak akan memberikan efek jera sedikitpun bagi pelakunya. Mereka malah bisa tersenyum dan melecehkan hukum. Moga pembenahan di dunia hukum terus dilakukan sehingga korupsi bias enyah dari NKRI ini.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *