Setiap Kecamatan Ada Kolam Retensi

kolam-retensi

Ilst Kolam Retensi

PALEMBANG, KS-Pemerintah Kota (pemkot) Palembang menargetkan, semua kecamatan di Kota Palembang akan memiliki kolam retensi. Maksudnya, setiap satu kecamatan minimal memiliki satu kolam retensi.

 

Nantinya di Palembang menurut Wali Kota Palembang, Romi Herton, akan ada 48 kolam retensi. Rencana ini sebutnya,  akan dimulai pada 2014 mendatang. Pemkot akan menganggarkan dana Rp500 juta per kecamatan untuk membangun kolam retensi.

“Kecamatan sudah di intruksikan, untuk mencari titik genangan air yang berpotensi menyebabkan banjir di wilayahnya. Sehingga di sana, akan kita bangun kolam retensi. Di 2014 mendatang, akan ada 16 kolam retensi baru,” jelas Romi ketika dibincangi, Kamis (5/9).

Menurut Romi, pembangunan kolam retensi di setiap kecamatan itu adalah bagian penanggulangan banjir yang selalu terjadi di setiap musim penghujan datang. Rencana ini menurutnya, sudah mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dan Balai Besar Sungai Sumatera. “Balai Besar Sungai Sumatera juga akan membantu, pembangunan kolam retensi di kawasan Soekarno-Hatta,”jelasnya.

Untuk pembebasan lahan sendiri Romi menambahkan, pemkot mengalokasikan dana sebesar Rp80 miliar. Kolam retensi itu, akan di fungsikan juga untuk kawasan terbuka hijau yang akan dilengkapi berbagai fasilitas umum.  “Dipingiran kolam retensi juga akan ditanami pepohonan, sebagai daerah terbuka hijua,”tukasnya.

Sebagai informasi, banjir menjadi pekerjaan rumah yang sampai saat ini belum bisa dituntaskan oleh Pemkot Palembang. Setiap tahun, terutama saat musim hujan, banjir dipastikan akan menggenangi berbagai kawasan di Palembang.

Hal ini disebabkan, secara geografis wilayah Palembang adalah dataran rendah. 50 persen lebih dari luas wilayah di kota empek-empek ini adalah rawa-rawa atau seluas 200 kilometer persegi .

“Namun rawa-rawa itu, saat ini tinggal 105 kilometer persegi saja atau tinggal 25 persen dari luas wilayah Kota Palembang. Itu dikarenakan adanya penimbunan, untuk kepentingan pembangunan baik rumah toko (ruko), perumahan  maupun lainnya. Padahal rawa-rawa, adalah daerah resapan air. Sehingga wajar, jika setiap tahun banjir selalu mengenangi wilayah Kota Palembang,” ungkap Manajer Advokasi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumsel, Yuliusman, beberapa waktu lalu.

Teks     : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *