Aparat Didesak Netral

Aparat-Didesak-Netral

Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Sumsel menuntut aparat keamanan bersikap netral dan tegas

PALEMBANG, KS -Menjelang pemungutan suara ulang (PSU) pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Sumatera Selatan (Sumsel), 4 September, aksi saling serang antar pasangan calon gubernur (cagub)-calon wakil gubernur (cawagub) Sumsel mulai terjadi.

Setidaknya itu ditunjukkan dengan dua aksi berbeda yang dilakukan dua kelompok masyarakat di Palembang, Selasa (27/8).  Aksi pertama dilakukan oleh puluhan orang yang menamakan dirinya Aliasi Pemuda dan Mahasiswa Sumsel (APMS), yang menggelar aksi di Bundaran Air Mancur (BAM).

Aliasi Pemuda dan Mahasiswa Sumsel menuntut aparat keamanan bersikap netral dan tegas, sehingga Pemilukada Sumsel berjalan bersih. APMS mendesak aparat keamanan, baik TNI dan Polri bersikap netral dan tidak berpihak kepada kepada salah satu pasangan calon.

“Kami minta aparat keamanan bersama mengawasi dan tidak menodai demokrasi ini dengan sikap tak netral, sehingga bisa terwujud Pemilukada Sumsel yang bersih,” kata koordinator aksi (korak), Rubi Indiarto saat menyampaikan orasinya.

Rubi juga meminta aparat kepolisian untuk mengusut serta menangkap oknum dan aktor intelectual yang melakukan kampanye hitam. “Masyarakat juga harus cerdas dalam memilih pemimpin dan meluangkan waktunya untuk datang ke Tempat pemungutan suara (TPS) pada 4 September mendatang,” ajaknya.

Dibagian lain, unjuk rasa juga dilakukan oleh warga yang tergabung dalam Aliansi Peduli Bangsa (APB) di gedung DPRD Provinsi Sumsel. Massa meminta DPRD Sumsel, membentuk pansus terhadap laporan salah satu pasangan calon yang terlibat kasus asusila.

“Kami juga meminta kepada pihak kepolisian, dalam hal ini Polda Sumsel, agar dapat seger memperjelas status hukum bagi pasangan calon yang telah melanggar sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku,” pinta koordinator aksi (korak), Atang Asmawijaya.

Mereka juga mendesak pihak kepolisian mendesak status hukum, dari kasus asusila yang sudah dilaporkan tersebut. “Kami juga mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin, yang berakhlakul karimah,” himbaunya.

Sayangnya, dalam aksi ini tidak ada satu pun anggota DPRD Sumsel yang bersedia turun menemui para pendemo. Sehingga, usai menyerahkan tuntutan dan pernyataan sikap tertulisnya, ke bagian Humas DPRD Sumsel, puluhan massa APB membubarkan diri secara tertib

Teks     : Dicky Wahyudi
Editor : Imron Supriyadi




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com