Empat Parpol Ajukan Perubahan

partai

PALEMBANG, KS-Empat partai politik (parpol), resmi mengganti calon legislatif yang diajukan dalam daftar calon tetap (DCT) untuk DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) pada pemilihan umum legislatif (pileg) 2014.

Kepastian itu disampaikan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel Divisi Teknis, Herlambang.  Empat parpol yang mengganti caleg nya itu kata Herlambang adalah, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Golkar.

“PPP, NasDem dan PKB mengganti caleg nya karena ada laporan masyarakat saat uji publik lalu dan persyaratan yang belum lengkap. Sementara Partai Golkar mengganti calegnya, karena yang bersangkutan meninggal dunia sehingga diganti dengan kader lain,”jelas Herlambang yang dibincangi di ruang kerjanya, Jumat (23/8).

Ia juga menjelaskan, PPP juga mengganti nomor urut calegnya di daerah pemilihan (dapil) Sumsel V (OKU dan OKU Selatan). Pada daftar calon sementara (DCS), di dapil ini caleg nomor urut 1 adalah Popo Ali namun di DCT digantikan oleh Impisol Yusri.

Hal yang sama juga dilakukan Partai NasDem pada dapil Sumsel X. Di dapil itu, sebelumnya NasDem menempatkan Iskandar pada nomor urut 5 namun di DCT digantikan Slamet Somosentono.

Sedangkan PKB pada dapil Sumsel V, pada nomor urut 2 sebelumnya ditempat Solahudin namun kemudian diganti Erawan Abizar. “Dari Golkar, perubahan ada di dapil Sumsel II, atas nama Rimbawati di nomor urut 3 diganti Minarni,”ujarnya.

Ia menyatakan, total jumlah caleg yang masuk DCT sebanyak 863 orang dari 12 parpol di 10 dapil untuk DPRD Sumsel. Sebanyak 863 orang caleg itu, akan memperebutkan 75 kursi DPRD Sumsel pada pileg 2014 mendatang.

Sebelumnya Herlambang menyebut,  DCT tidak banyak berubah dibandingkan DCS. Kalau pun ada perubahan menurutnya, hanya sedikit. “Dari  863 nama calegyang masuk dalam DCS untuk pemilihan umum legislatif (pileg) 2014 di Sumsel, ada empat nama caleg yang di coret,” jelasnya.

Mereka kata Herlambang, dicoret oleh parpol nya masing-masing dari DCT. Pencoretan itu, terkait pengaduan yang disampaikan saat uji publik yang dilakukan KPU.  “Kalau tidak salah hanya 3-4 yang diganti oleh parpol, sehingga hampir 100 persen tidak ada perubahan. Begitu juga  dengan nomor urut, juga tidak ada pergantian,” kata Herlambang.

Dijelaskan dia, caleg yang diganti tersebut karena adanya laporan dan tanggapan masyarakat. Diantaranya, pengaduan tidak memenuhi persyaratan dan terlibat kasus hukum. “Saya lupa laporan apa yang satunya lagi,” kata Herlambang yang enggan menyebutkan nama-nama caleg yang diganti dan dari partai mana.

Setelah DCT ditetapkan, KPU kembali akan melakukan uji publik terhadap caleg tersebut. “KPU kembali akan memberikan waktu kepada masyarakat, yang keberatan tergadap DCT baik itu terkait hukum dan lain sebagainya. Kemungkinan akhir September akan ditetapkan DCT secara nasional dan September akhir baru proses hukum penetanapan secara nasional,” tukasnya.

Teks    : Dicky Wahyudi

Editor  : Imron Supriyadi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *