Caleg Dilarang Pasang Baliho Sendiri

caleg

Ilst.

Inderalaya|KS-Upaya para Calon Anggota Legislativ (Caleg), yang bertarung pada Pemilihan Umum Legislativ (Pileg), 2014 mendatang dalam melakukan menarik simpatik warga nampaknya akan sedikit terganjal.

Pasalanya,  direncanakan, para caleg dilarang untuk memasang baliho atau spanduk bergambar dirinya sendiri tanpa ada koordinasi dengan partai politik yang mengusungnya.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Ogan Ilir, Syamsul Alwi didampingi anggota Medi Irawan, Rabu (21/8), kemarin, mengatakan meski belum disahkan, namun sudah dipastikan, setiap calon anggota legislativ (Caleg), tidak bisa memasang foto dirinya sendiri untuk melakukan sosialisasi terhadap konsituennya. Selain itu, pemasangan baliho atau spanduk juga dibatasi.

“Ya, memang KPU OI sudah menentapkan DCT, hasil dari Daftar Calon Sementara (DCS), beberapa waktu lalu. Namun untuk sosialisasi dengan kosituennya ada peraturan baru (revisi –red), No 1 Tahun 2013 tentang kampanye dimana menyatakan bahwa jika caleg yang mau sosialisasi harus berkoordinasi dengan partai politik (parpol), terlebih dahulu,” ungkapnya.

Syamsul menjabarkan, setiap caleg di Daerah Pemilihan (dapil), harus berkoordinasi dengan partainya masing-masing. Misalnya, di dapil satu Inderalaya, ada sembilan caleg, maka sembilan caleg itu harus satu baliho bersama partainya.

“Contoh, dapil satu Inderalaya, baliho Partai Golkar bergambar 40 calegnya. Begitu juga dengan partai lain dimana hanya memasang satu baliho yang bergambar foto calegnya. Untuk ukuran yang sudah ditetapkan yakni 2×3 meter,” tuturnya.

Anggota Panwaslu, Medi Irawan menambahkan, selain itu, pemasangan baliho atau spanduk juga di batasi dimana satu parpol hanya boleh memasang baliho bergambar calegnya satu desa satu baliho. “Begitu juga untuk di kelurahan, satu kelurahan satu baliho dan di kecamatan, satu kecamatan satu baliho,” tuturnya.

Jika caleg ada yang pasang foto sendiri tanpa ada koordinasi, sambung Medi, maka pihak Panwaslu akan menertibkan baliho atau spanduk tersebut. “Ya, kalau melanggar ketentuan, maka kita tertibkan. Kita cabut paksa. Namun  itu semua masih menunggu surat dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan KPU. Kalau sudah keluar, nanti langsung kita terapkan,” ungkapnya.

Disinggung tujuan peraturan tersebut, Medi menjabarkan, tujuan peraturan tersebut dimungkinkan agar caleg harus lebih menemui kosituennya dilapangan ketimbang hanya memasang baliho atau spanduk. “Selain itu juga untuk keindahan kota. Memang selama ini, banyaknya spanduk dan baliho caleg dipinggir jalan membuat pemandangan jadi tidak sedap,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPU OI, Amrah Muslimin tidak menapik adanya peraturan tersebut. Namun, hingga saat ini, pihaknya belum menerima surat rekomendasi dari KPU Pusat. “Ya, memang benar ada aturan itu. Tentang alat peraga, tapi kita masih menunggu surat tersebut,” ucapnya.

Disinggung Daftar Caleg Tetap (DCT), Amrah menjelaskan, pada 19 Agustus lalu, pihaknya telah melaksanakan rapat pleno penetapan caleg tetap yang akan maju dalam Pemilu Legislativ 2014 nanti.

Menurutnya, dari hasil tersebut, ada dua orang caleg yang tidak ikut Pileg 2014 nanti. Keduanya yakni satu berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan satu lagi dari Partai NasDem. “Kalau yang PKB mengundurkan diri, dan untuk Partai NasDem, yaitu Kepala Desa (Kades), karena hingga batas akhir penetapan belum memberikan surat pengunduran diri kepada KPU OI,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Amrah, sudah dipastikan, ada 421 caleg yang akan bertarung pada Pileg 2014 untuk memperebutkan 40 kursi di DPRD OI.

“Nanti tanggal 23 Agustus seluruh DCT akan diumumkan di media massa. Nama tersebut akan dikirim ke KPU Provinsi dan selanjutnya diteruskan ke KPU Pusat. Itu sudah Final . Tapi, jika nanti ada yang meninggal atau mengundurkan diri tidak bisa lagi, baik nama maupun nomor urut. Akan dikosongkan,” ungkap Amrah.

Teks : Junaedi Abdillah

Editor : Imron Supriyadi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *