Memetik Hikmah Mudik

OLEH SARONO P SASMITO

PULUHAN ribu pemudik yang menyeberang dari Pelabuhan Merak Banten terus mengalir di Pelabuhan Bakauheni Lampung pada Sabtu (3/8) malam hingga Minggu dini hari tadi. Arus mudik Lebaran 2013 ini bukan hanya didominasi penumpang berkendaraan, terutama mobil dan sepeda motor, tapi juga pemudik pejalan kaki dengan barang bawaan mereka yang beraneka macam.

Penampilan sebagian pemudik ini juga layaknya ingin menunjukkan kesuksesannya, seperti berpakaian bagus, menenteng tas jinjing, memakai telepon selular kelas cerdas (smartphone) dan membawa aneka barang bawaan berharga lainnya. Sedangkan, pemudik berkendaraan roda dua dan empat umumnya menggunakan sepeda motor atau mobil yang baru, meskipun banyak pula yang tetap menggunakan sepeda motor atau mobil lama.

Kita melihat imbauan dari pihak berwenang agar melakukan mudik pada siang hari serta iming-iming potongan harga tiket perjalanan siang itu, ternyata belum mampu menggugah minat sebagian pemudik berkendaraan ini agar mereka memilih menyeberang perairan Selat Sunda pada siang hari.  Sejumlah pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi saat ditemui di salah satu tempat peristirahatan di kawasan Jalan Lintas Sumatera (Jainsum) di Kabupaten Lampung Selatan pada Sabtu (3/8) malam menyebutkan, mereka memilih perjalanan mudik di malam hari untuk menghindari kemacetan selama perjalanan. Selain menghindari kemacetan, para pengendara yang memilih mudik pada malam hari karena merasa lebih nyaman dan lebih kuat secara fisik.

Para pemudik bersepeda motor umumnya memilih menyeberang dari Merak malam hari dengan target dapat tiba pada dini hari di Pelabuhan Bakauheni. Setelah itu, mereka dapat langsung melanjutkan perjalanan begitu tiba di Bakauheni, meskipun sebagian di antaranya tetap ada yang menunggu sampai menjelang terbit matahari. Menjelang matahari terbit, pemudik sepeda motor itu biasanya memilih melanjutkan perjalanan mereka dengan berkonvoi melintasi Jalinsum, dengan ciri khas sarat penumpang dan muatan.

Para pemudik bersepeda motor ini menyebutkan bahwa mereka melakukan perjalanan malam hari untuk menghindari terik matahari, sehingga memilih perjalanan menjelang subuh. Pemudik sepeda motor ini biasanya menuju daerah-daerah di Provinsi Lampung, meski ada juga yang mudik hingga ke Sumatera Selatan atau Bengkulu. Kita mengharapkan kepolisian benar-benar serius dapat menekan angka kecelakaan dan kriminalitas di daerah ini selama berlangsung arus mudik dan arus balik Lebaran 2013. Sedangkan kepada para pemudik seyogyanya benar-benar dapat memaknai hikmah mudik untuk hal-hal yang positif.

Merajut kembali tali silaturahmi dengan orangtua, sanak family dan keluarga dekat lain serta semua sejawat di tempat asal. Hindarkan hal-hal negative atau berlebihan misalnya mudik dan lebaran menjadi ajang pamer kesuksesan dan kekayaan. Kalau hal itu sampai terjadi maka nilai-nilai ibadah puasa Ramadhan yang memberikan arahan agar kita menjadi pribadi tawaduk, penuh empati dan kesyukuran kepada yang Maha Kuasa tak meresap di hati kita. Bukankah ibadah puasa kita diharapkan menjadikan yang menunaikannya menjadi pribadi yang taqwa. Moga hikmah-hikmah seperti ini benar-benar dapat direalisasikan oleh semua kita ketika mudik dan merayakan hari raya Idul Fitri 1434 H hijrah ini. Aamiin….




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *