Fenomena Konvensi Presiden di Partai Demokrat

sby

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono

OLEH SARONO P SASMITO

PARTAI Demokrat kembali melakukan sesuatu yang menjadi pembicaraan bagi masyarakat. Salah satunya adalah ketika keluarga dekat Presiden Susilo Bambang  Yudhoyono (SBY) Pramono Edhie Wibowo tidak akan dicalonkan sebagai  presiden hasil konvensi kalau berdasarkan survei, namanya memiliki elektabilitas yang rendah.

Meski dia (Edhie Pramono-Red) keluarga (SBY), tapi kalau hasil surveinya rendah, namanya tak akan dipilih untuk jadi capres, kata Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarief Hasan dalam acara buka puasa bersama dengan media massa di Jakarta, Kamis (1/8).

Memang dalam tataran penilaian ada yang berpendapat  konvensi yang digelar Partai Demokrat berlangsung independen dan demokratis. Tudingan adanya nepotisme menyusul masuknya nama mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo, dikatakan tidak benar. Apalagi,  penjaringan capres melalui komite konvensi dan pengurus partai di tingkat pusat, daerah dan cabang.

Kita melihat di sisi lain, persaingan internal Partai Demokrat kian memanas. Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok memberanikan diri ikut konvensi karena dimodali tiga konglomerat. Menurut  Mubarok para konglomerat tersebut akan menyokongnya selama konvensi.

Sejauh ini Ketua Harian DPP Demokrat Syarief Hasan sudah mengungkap maksimal ada 12 peserta konvensi. Beberapa nama yang memastikan ikut adalah Ahmad Mubarok, Hayono Isman, Marzuki Alie, Gita Wirjawan, Irman Gusman, dan Pramono Edhie Wibowo.

Berbeda dengan Mubarok yang mengklaim didukung konglomerat, Marzuki Alie merasa tidak perlu. Tak seperti Mubarok, Marzuki Alie enggan menyebutkan sumber pendanaannya. Marzuki Alie tidak ingin terkesan sombong.

Marzuki Alie mengaku belum memiliki persiapan serius untuk bertarung di konvensi. Persiapan baru akan dimulai setelah namanya resmi diumumkan oleh komite sebagai peserta konvensi. “Saya menunggu keputusan resmi. Tapi, kalau relawan Marzuki sudah banyak. Karena, saya kerja sosial sudah lama,” tuturnya.

Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyentil menteri yang mengikuti konvensi calon presiden (capres) Partai Demokrat, agar tidak meninggalkan tugas, namun tetap memprioritaskan perhatian terhadap kinerjanya. Maju ke konvensi bukan alasan untuk meninggalkan kewajiban dari amanat rakyat dan negara. Presiden tidak menghendaki kinerja menteri terganggu.

Keikutsertaan menteri dalam konvensi, tidak dibantahnya, akan mendapat sorotan dari masyarakat luas. Namun, Syarif yakin, menteri sudah menyiapkan secara matang sehingga keikutsertaannya dalam konvensi tidak akan mengabaikan tugas pemerintahan.

Kita mengharapkan siapapun yang nanti keluar sebagai calon presiden melalui hasil konvensi adalah orang yang benar-benar memiliki dedikasi luar biasa untuk membangun negeri ini. Sebab negeri ini di tengah berbagai kondisi carut marut membutuhkan figure yang dapat mencarikan solusi sekaligus membawa perubahan menuju kesejahteraan yang sesungguhnya. Moga menjadi respon terbaik bagi semua sehingga kepemimpinan nasional ke depan memang dipegang oleh sosok yang diharapkan.




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com