H-8, Bus Pemudik Mulai Dominasi Jalintim

Hl-andalas

Bus pengangkut arus mudik mulai mendominasi Jalintim Palembang-Inderalaya | Joen KS

INDERALAYA|KS-Memasuki H-8, Idul Fitri 1434 H, bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), mulai mendominasi Jalan lintas timur (Jalintim), Palembang-Inderalaya baik dari arah Palembang menuju Inderalaya dengan tujuan Pulau Jawa maupun sebaliknya.

Bukan hanya bus, truk-truk besar juga nampak terlihat mendominasi seiring dengan belum adanya pemberlakuan pelarangan melintas di Jalintim.

Pantauan Kabar Sumatera, sejak Selasa (30/7), pagi bus-bus besar yang mengangkut para pemudik mulai terlihat di sepanjang Jalintim Palembang-Inderalaya maupun sebaliknya meski itensitasnya tidak terlalu tinggi.

Bus-bus tersebut dengan tujuan berbagai daerah di Pulau Jawa. Begitu juga sebaliknya, banya bus-bus besar sudah mulai masuk dari Pulau Jawa dengan tujuan berbagai daerah di Sumatera.

Selain didominasi bus pemudik, Jalintim juga saat ini disesaki truk-truk besar pengangkut berbagai macam barang mulai sembako, kayu gelondongan  hingga batu bara. Hal itu lantaran belum diberlakukan pelarangan pada truk-truk yang melintas di Jalintim.

Dipastikan, pada H-7 (hari ini), H+7, pemberlakuan pelarangan tersebut akan dilakukan seirng dengan meningkatnya arus mudik nanti.

Banyaknya bus dan tru-truk besar yang mendominasi Jalintim, lagi-lagi membuat jalur yang merupakan urat nadi perekonomian yang menghubungkan Pulau Sumatera dan Pulau Jawa kembali lumpuh, sekitar pukul 06.00 WIB.

Hal itu disebabkan sebuah truk pengangkut batu bara mengalami patah pada as roda di Jalintim Km 28, Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir. Hanya berjarak 10 meter, sebuah truk besar pengangkut kayu gelondongan mogok.

Alhasil, jalur tersebut mengalami kemacetan parah. Ribuan kendaraan mengular hingga 15km.

Dilapangan terpantau, dari arah Palembang menuju Inderalaya, kemacetan mulai nampak terlihat di Simpang Pemulutan Dalam, Pemulutan hingga depan Argo Wisata, Bina Dharma, Inderalaya Utara.

Para sopir truk maupun bus lebih memilih mematikan mesin mobil dan keluar dari kendaraan. Tidak ketinggalan, banyak penumpang juga memilih keluar dari kendaraan.

Ketidakdisiplinan para pengendara yang saling serobot menambah kesemrautan lalulintas. Jalur yang hanya untuk dua jalur, kini berubah menjadi empat jalur. Kedendaraan terlihat menumpuk di bahu kiri dan kanan jalan.

Petugas Lantas Polres OI, dipimpin langsung Kasat Lantas AKP Haris Barata terjun ke lokasi untuk mengurai kemacetan. Beberapa anggota lantas ditempatkan dibeberapa titik untuk mencegah mengendara nakal yang berusaha menerobos jalan. Kendaraan mulai bergerak dan berlahan-lahan terurai sekitar pukul 09.30 WIB.

Ridwan (45), salah seorang pemudik yang sempat keluar bus mengatakan, bus yang ditumpanginya sudah terjebak selama 1,5 jam. Pria yang akan mjudik ke Solo ini mengeluhkan kondisi Jalintim yang tidak pernah luput dari macet.

“Wah, payah Mas, jalintim macet terus. Setiap saya lewat, dari Palembang mau ke Inderalaya pasti macet,” keluhnya.

Hal senada juga dikeluhkan Indra (30), sopir truk asal Banyuwangi. Menurutnya, truk yang dikendarainya sudah terjebak hampir 2 jam. Alhasil, barang kelontongan yang hendak di bawa ke Palembang mengalami keterlambatan.

“Saya sengaja ngejar waktu untuk sampai ke Palembang. Soalnya H-7 sampai H+7, kita tidak boleh lewat karena arus mudik lebaran,” ucapnya.

Kasat Lantas AKP Haris Barata saat dikonfirmasi mengatakan, sedikit demi sedikit, bus pengangkut para mudik mulai melintas di Jalintim. Namun itensitas bus tersebut belum meningkat dam masih dibatas normal.

“Ya, diperkirakan, pada H-2, arus mudik mencapai puncaknya. Untuk truk besar dilarang melintas yakni H-7 hingga H+7 lebaran,” urainya.

Disinggung pembangunan posko mudik, AKP Haris menjelaskan, Polres akan berkerja sama dengan berbagai pihak membangun posko mudik yang memantau arus mudi selama lebaran.

“Rencanaya ada dua, di Pasar Inderalaya dan di Tugu Selamat Datang, Km 29 Desa Pulau Semambu. Kita himbau, para pemudik nanti memperhatikan kendaraannya dan menjaga kondisi kesehatan. Jika lelah segera istirahat atau bisa singgah di posko mudik. Untuk kemacetan tadi memang ada dua kendaraan yang mengalami gangguan. Tapi itu sudah kita urai dengan menempatkan anggota dibeberapa titik,” tuturnya.

Teks : Junaedi Abdillah

Editor : Sarono P Sasmito




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com