Opening & Closing ISG Hanya Menganggarkan Rp 25 M

sea-games

Opening Ceremony Sea Games 2011 Palembang-Jakarta

PALEMBANG | KS-Sumatera Selatan (Sumsel) sebagai tuan rumah penyelenggara boleh jadi menganggap Islamic Solidarity Games (ISG) III 2013, 22 September – 1 Oktober 2013 mendatang, bakal berlangsung lebih meriah dibandingkan Sea Games 2011.

Diikuti lebih banyak peserta dengan kualitas yang dianggap lebih, gaung penyelenggaraan ISG disinyalir lebih semakin. Meski faktanya, untuk opening dan closing event tak lebih meriah dibandingkan Sea Games.

Jika event yang diikuti anggota ASEAN tersebut Sumsel sanggup menggelontorkan biaya hingga Rp 135 miliar, maka untuk ISG dana yang dianggarkan jauh di bawahnya. Bahkan dana Rp 25 miliar tak sampai seperempat dari yang dianggarkan untuk opening dan closing Sea Games.

“Dana yang kita anggarkan untuk opening dan closing itu memang tidak besar seperti Sea Games. Alasannya karena negara-negara Timur Tengah anti kembang api yang dapat menelan biaya besar,” ungkap Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel, Muddai Madang.

“Kita melihat sisi positif di balik ketentuan masalah dana, yakni akan menghemat dana pelaksanaan ISG. lantaran Indonesia atau Sumsel selaku penyelenggara akan menyiapkan acara pembukaan dan penutupan bernuansa islami,” ujarnya.

Muddai menambahkan, upacara pembukaan dan penutupan ISG ke-3 nantinya, tidak semeriah pada SEA Games 2011 yang lalu. Di samping dananya lebih minim, karena pada ISG ini banyak koridor yang harus diikuti, seperti tanpa pesta kembang api tanpa penyalaan kaldron dan pesta kembang api.

“Karena ISG ini diikuti oleh negara-negara Islam jadi tidak memperkenankan adanya penyalaan api sebagai wujud suatu perayaan karena dianggap sebagai bentuk pemujaan kepada dewa api. Kita menjamin acara itu tetap meriah karena Sumsel sebagai tuan rumah berencana menampilkan budaya khas daerah,” ungkapnya.

Terkait dengan persiapan penyelenggaraan upacara pembukaan dan penutupan, pihaknya akan menunjuk pihak ketiga melalui tender. “Tender akan langsung digelar setelah Sumsel menerima surat keterangan berupa Keppres sebagai tuan rumah menggantikan Provinsi Riau. Tender ini kita lakukan supaya kita tidak terlalu susah,” bebernya.

Pihaknya kini masih menunggu payung hukum berupa penetapan resmi selaku tuan rumah ISG dari presiden melalui keppres. Sejauh ini respon cukup positif, bahkan hingga dana bantuan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang sudah menemui kejelasan.

“Kita dapat dana dari pusat melalui dana APBN kepada Sumsel selaku penyelenggara total Rp 80 miliar. Tapi kita belum tahu dana dari pusat berapa, kalau sudah pasti sudah masuk ke rekening kita, tapi ini belum. Dana itu termasuk penyelenggaraan dan juga termasuk open dan closing yang akan dilaksanakan secara sederhana seperti tari dari sanggar karena dananya sedikit,” tuturnya.

Sekedar mengingatkan, sebanyak 1.759 orang atlet dan 624 orang ofisial akan ambil bagian pada ISG edisi ke-3 itu yang mempertandingkan 13 cabang olahraga dan 25 negara telah memastikan keikutsertaan diantaranya Maladewa, Suriah, Oman, Brunei Darusalam, Irak, Sudan, Kuwait, Bahrain, Tunisia, Iran, Gambia, Pakistan, Arab Saudi, Mesir, Yordania, Azerbaijan, Suriname, Mozambiq, Albania, Aljazair, Guinea, Turki, dan Indonesia.

TEKS: SADAM MAULANA

EDITOR:RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *