Jelang Ramadhan Waspadai Produk Kedaluarsa

expiredf][PAGARALAM | KS-Pemerintah Kota Pagaralam, melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Pengelolaan Pasar (Disperindagkop UKM PP) Kota Pagaralam menghimbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap produk kadaluarsa yang diyakini akan banyak beredar menjelang bulan puasa.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Pengelolaan Pasar (Disperindagkop UKM PP) Kota Pagaralam, Ahmadi Damrah SE MM, melalui Kabid Perdagangan Budiarjo, didampingi Kasi Perlindungan Konsumen Nasrullah Hanif mengatakan, pihaknya akan menggelar razia di sejumlah pasar tradisional dan modern, guna mengantisipasi beredarnya produk kedaluarsa (Expired). “Kegiatan ini dilakukan untuk menjamin keamanan konsumsi produk yang habis masa berlaku. Terutama menjelang bulan Ramadhan diperkirahkan peredarannya akan meningkat seperti roti, kecap, sirup, kripik, misesceres, termasuk pusat penjualan daging dan berbagai jenis lainya,” katanya Kamis (4/7).

Menurut Budiarjo, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya menjelang bulan puasa paling banyak ditemukan berbagai bahan makanan dan kebutuhan konsumen lainya yang kadaluarsa di disejumlah supermatket. “Kita menyitah puluhan jenis makanan dan peralatan rumah tangga lainnya seperti, mamy poko, penyegar, ditil, biore, lotion, pampers penyengar mulut dan pewangi. Sedangkan untuk makanan berupa roti, kripik, kecap dan sirup, semunya merupakan produk 2009 lalu,” ungkapnya.

Ia mengatakan, bagi yang kedapatan menjual kebutuhan masyarakat yang kondisinya tidak baik dikonsumsi, akan langsung diberikan peringatan keras hingga pencabutan izin usaha. Sebab itu diimbau kepada distributor  produk makanan dan minuman untuk segera menarik dari peredaran guna menghindari adanya produk tidak layak dikonsumsi tersebut.

“Demi menjamin keamanan konsumsi produk di masyarakat, diminta kepada distributor untuk segera menarik produk yang telah habis masa berlaku di peredaran. Akan tetapi jika hal itu tetap terjadi akan diberikan tindakan tegas,” kata Budiarjo.

Bukan hanya itu, pihaknya juga akan terus mengawasi terhadap daging gelonggongan dan beberapa makanan yang mengandung bahan berbahaya seperti borak, formalin serta bahan pewarna yang dijual di pasar tradisional Pagaralam, yaitu Nendagung, Dempo Permai dan Inpres. Termasuk pula melakukan pemeriksaan di lima lokasi pemotongan hewan yaitu milik Sukiman, Bedur, Yahit, Beng dan Iful.

“Sejauh ini kita tengah berkoordinasi dengan pihak terkait yang terdiri dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan UKM PP, Dinas Peternakan dan Perikanan, Dinas Kesehatan, Badan Ketahanan Pangan, Pol PP dan Polres Pagaralam,” terangnya.

Lebih jauh ia mengatakan, menjelang bulan puasa ini harga beberapa bahan pokok di pasar telah menunjukkan kenaikkan yang cukup signifikan seperti beras, minyak, gula, telor, terigu, sayur dan daging tetapi persediaannya masih stabil.

“Kenaikan diperkirakan akan terjadi satu minggu menjelang Idul Fitri nanti, namun pemerintah saat ini telah mempersiapkan pasar murah guna mengantisipasi lonjakan harga dan kekurangan stok sembako,” ujarnya.

TEKS : ANTONI STEFEN

EDITOR : ROMI MARADONA




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *