Ramadhan, Jam Kerja PNS Dipangkas

perubahan-jam

Foto : DOK INT

PALEMBANG KS – Jam kerja pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, selama bulan suci ramadhan mendatang akan dipangkas. Para abdi negara itu, bakal masuk lebih siang dan pulang lebih awal dibandingkan hari-hari biasa.

Pengurangan jam kerja untuk PNS ini menurut Wali Kota Palembang, Eddy Santana Putra, sesuai dengan  surat edaran dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) dan Reformasi Birokrasi, yang di terima Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Palembang.

Dalam surat edaran itu, menyebutkan pada hari biasa jam kerja PNS mulai pukul 07.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB. Namun pada ramadhan, akan berubah menjadi pukul 08.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB untuk Senin-Kamis. Sementara pada Jumat, mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 15.30 WIB.

Eddy menyebut perubahan jam kerja tersebut dikarenakan masyarakat masih lelah karena habis sahur. “Mereka perlu istirahat dulu, jadi agak siang masuknya, dan pulangnya lebih awal,” ungkap Eddy usai menghadiri sidang paripurna di gedung DPRD kota Palembang, kemarin (2/7).

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Palembang, Agus Kelana mengatakan selama ramadhan, jadwal senam yang biasanya dilakukan Jumat akan ditiadakan. Begitu pula dengan apel pagi yang sering dilaksanakan setiap Senin.

Agus berharap, selama ramadhan PNS tetap semangat bekerja.  “Puasa bukan alasan untuk mengurangi sikap disiplin, serta membuat kinerja berkurang. Justru puasa harus lebih semangat, karena puasa kan lebih banyak amalnya. Semakin ikhlas bekerja, akan semakin menambah pahala,”ucapnya.

Pemkot sambungnya, akan tetap mengawasi disiplin PNS. Pengawasan itu dilakukan melalui sistem  absen finger print yang sudah diterapkan saat ini. Dengan begitu sambungnya, akan sangat mudah terpantau PNS yang tetap bekerja dengan baik dan yang tidak bekerja dengan baik.

Belum lagi dengan adanya insentif berupa Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), hal itu tentu akan membuat PNS menjadi terpicu. “Karena bila semakin sering bolos, maka TPP nya akan berkurang,”ujarnya.

Agus menyarankan, agar para pegawai dapat menyeimbangkan waktu, untuk istirahat dan menjalankan ibadah makan sahur. Agat tubuh tetap terjaga kesehatannya, kiranya dapat mencari waktu sahur yang lebih lambat. Dengan demikian, saat bekerja stamina para pegawai tetap terjaga untuk waktu yang lama. “Tinggal bagaimana mengatur jadwal saja, yang penting tetap dapat bekerja seperti biasa,” tukasnya.

 

Teks     : Alam Trie Putra

Editor : Dicky Wahyudi

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *