Waspada ISPA Merebak

ISPA

Foto : INT

PALEMBANG KS – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang menetapkan kondisi waspada untuk penyakit inspeksi saluran pernafasan (ISPA). Hal itu dikarenakan, di kota empek-empek saat ini terjadi peningkatan jumlah pasien ISPA.

Sepanjang tahun ini, berdasarkan data Dinkes Kota Palembang sudah terjadi 17.417 kasus ISPA. Rinciannya menurut Kepala Dinkes Kota Palembang, Gema Asiani, 5.926 kasus yang terjadi pada pasien berumur dibawah lima tahun dan 11.491 kasus yang terjadi pada pasien berumur diatas lima tahun.

Dinkes sebut Gema, sudah menyurati semua pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) untuk mewaspadai ISPA.  “Jumlah kasus ISPA sudah mulai tinggi, saat ini sudah status waspada di Kota Palembang terhadap penyakit ISPA. Surat edaran ke puskesmas, sudah kita kirim sejak dua hari terakhir,”kata Gema, Jumat (28/6/2013).

ISPA di Palembang jelas Gema, disebabkan kabut asap dari proses pembakaran yang membawa beberapa zat polutan seperti partikel dan gas. Polutan ini berpotensi menimbulkan fibrosis (kekakuan jaringan paru), pmneumoni, sesak nafas, alergi, bahkan kanker.

Tidak hanya itu, menurutnya kabut asap juga dapat mengiritasi mata dan kulit, serta mengganggu pernafasan penderita penyakit kronik seperti asma dan bronchitis alergi.

“Penurunan kualitas udara sampai menimbulkan ISPA ini, memang sangat berpengaruh bagi anak balita dan lanjut usia. Oleh sebab sistem metabolisme tubuh pada dua golongan usia ini tidak mencapai optimal,”terangnya.

Lebih jauh Gema menjelaskan, selain disebabkan oleh kabut asap, ISPA juga bisa disebabkan oleh debu yang sudah terkomplikasi dengan bakteri. Hal ini mudah menyerang pada tubuh yang lemah. Oleh karena pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar memberlakukan pola hidup bersih dan sehat. “Gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Jaga daya tahan tubuh dengan banyak minum air putih dan konsumsi makanan bergizi,”tukasnya.

 

Teks   : Alam Trie Putra

Editor : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *