Sungai Bayas Jadi Lautan Manusia

sungai-bayas

Foto : INT

PALEMBANG KS – Tiap tahun menjelang bulan suci Ramadhan, Kota Palembang dibanjiri ulama, habaib dan kyai dari penjuru tanah air dan luar negeri yang menyempatkan diri untuk menghadiri Haul dan Ziarah Kubra Ulama dan Auliya Palembang Darussalam, yang biasanya rutin dilaksanakan setiap tahun.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Jumat (28/6/2013), ribuan laki-laki tua dan muda memakai baju koko, gamis, dan berkopiah memenuhi jalan-jalan di Kampung Sungai Bayas, Palembang sehingga menjadikan kawasan itu bak lautan putih.

Ziarah Kubra sendiri, merupakan salah satu tradisi turun temurun, terutama bagi kaum alawiyyin maupun muhibbin yang bermukim di Kota Palembang. Informasi yang dihimpun Kabar Sumatera, ziarah kubra ini dilakukan setiap ahad terakhir di bulan Sya’ban selama tiga hari berturut-turut.

Pantauan Kabar Sumatera, ribuan orang tersebut menyemut berjalan di bawah payung kehormatan berwarna kuning bersama Sultan Palembang Darussalam, pengawal kesultanan yang berpakaian adat Palembang mengelilingi barisan.

Di hari pertama menurut Ketua Panitia Haul dan Ziarah Kubra. Ust. M. Syukri bin Ali Shahab, ziarah dilakukan ke makam Habib Ahmad bin Syech Shahab di Gubah Duku, 8 Ilir, Palembang.

Esoknya, Sabtu (29/6/2013), ziarah akan dilakukan ke makam aulia dan ulama di Naga Sewidak, Kelurahan 16 Ulu. Dari Naga Swidak menurutnya, perjalanan dilanjutkan ke kediaman Al-Habib Ahmad bin Hasan Al-Habsyi, di Kampung Karang Panjang, Kelurahan 12 Ulu.

“Sorenya, dilakukan haul seorang waliyullah besar yang menjadi penghulu sebagian nasab Sadah Ba’alawi yakni, Al-Faqihil Muqqadam Tsani Al-Imam Abdurrahman As-Segaf bin Muhammad Mauladawilah, di Gedung Ba’alawi, Jalan  Ali Gathmir, Kelurahan 10 Ilir,” jelas Syukri.

Hari terakhi atau Minggu (30/6/2013), dimulai dengan arak-arakan dari kampung Sungai Bayas untuk berziarah ke makam Pangeran Syarif Ali dan keluarga Kesultanan Palembang Darussalam di 5 Ilir. Arak-arakan berlanjut, ke makam Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) I di Kawah Tengkurep dan makam Kambang Koci, tempat kerabat Kesultanan Palembang Darussalam. Jarak yang ditempuh sekitar 4 kilometer.

Syukri menjelaskan, kegiatan ini adalah tradisi tahunan yang digelar oleh salaf Ba Alawi di Kota Palembang menjelang masuknya bulan suci ramadhan. “Sejak 2004, kegiatan ini lebih semarak dan menjadi sebuah event akbar. Karena telah banyak dihadiri habaib dan tamu dari berbagai daerah di Indonesia, terutama dari Pulau Sumatera, Jawa dan Kalimantan, dan dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Yaman, Arab Saudi dan negara-negara lainnya,”katanya.

Lanjutnya, acara ini sudah berlangsung sekitar 50 tahun dan dilaksanakan secara turun-temurun. ”Inti kegiatan ini adalah ziarah, ibadah, dan syiar Islam. Kami berziarah ke makam para aulia dan ulama serta makam keluarga Kesultanan Palembang Darussalam,”terangnya.

Tambahnya, Kegiatan haul dan ziarah kubra dapat dimaknai sebagai upaya menghormati para pahlawan dan menghargai sejarah. Para aulia dan ulama adalah pahlawan dalam menyebarkan agama Islam ataupun melawan penjajah. ”Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah,” tukasnya.

 

Teks   : Aminuddin

Editor : Dicky Wahyudi

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *