Raih WTP, Pemkot Dapat Rp 32 M

kabar sumatera

PALEMBANG KS – Untuk ketiga kalinya, Pemerintah Kota Palembang meraih predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) dalam laporan pengelolaan keuangan daerah dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Sumatera Selatan (Sumsel).

Keberhasilan meraih predikat tertinggi ini menurut Wali Kota Palembang, Eddy Santana Putra, dikarenakan BPK menilai pengelolaan keuangan pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Palembang sudah dilakukan secara tertib administrasi dan transaparan dalam pengelolaanya.

“Ini satu kebanggaan buat kami, karena artinya sekarang sudah tiga tahun berturut-turut Palembang mendapatkan opini WTP. Saya juga bersyukur, diakhir masa jabatan masih bisa mempertahankan WTP ini,”ujar Eddy dibincangi usai menerima hasil laporan pemeriksaaan BPK, Jumat (28/6/2013) di kantor BPK perwakilan Sumsel.

Dalam pengelolaan keuangan daerah, BPK sebut Eddy memberikan empat opini yakni WTP, wajar dengan pengecualian (WDP), tidak wajar, dan disclaimer. Di Sumsel sendiri sebut Eddy, hanya ada lima kabupaten dan kota yang meraih predikat WTP dari BPK yakni Palembang, OKI, Banyuasin, OKU Timur dan Lubuk Linggau.

Dengan keberhasilan tiga kali berturut-turut mendapatkan opini WTP ini, Pemkot Palembang mendapatkan insentif senilai Rp32 miliar dari Kementerian Keuangan (Kemenkue).

“Ini harus terus dipertahankan, itu sebagai reward untuk keberhasilan daerah yang mendapatkan WTP. Dana insentif sebesar Rp32 miliar ini, akan kita pakai untuk pembangunan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BPK Sumsel, Novy GA Pelenkahu mengatakan, Palembang mendapatkan opini WTP karena sudah memiliki sistem administrasi yang tertib. Ini terlihat dengan adanya upaya pemkot, membentuk sistem keuangan yang transparan.

“Sistem penataan aset juga sudah mulai tertib, begitu juga dengan laporan bantuan atau dana hibah. Memang masih ada yang perlu dibenahi, misalnya pelaporan piutang pajak bumi bangunan (PBB). Tapi itu semua belum di validasi, karena waktu itu masih masa transisi, antara pusat ke daerah. Kami sudah minta di validasi dulu,”tukasnya.

 

Teks   : Alam Trie Putra

Editor : Dicky Wahyudi

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *