Warga Resah Maraknya Elpiji Oplosan

gas-elpiji

PAGARALAM  KS – Peredaran gas elpiji 3 Kg bersubsidi bagi warga tidak mampu mulai menimbulkan  keresahan. Pasalnya, banyak beredar elpiji oplosan, akibat kurangnya pengawasan dari pihak terkait.

Diduga ada agen nakal telah malakukan pengoplosan, sehingga  isi tabung 3 Kg   telah berkurang.

Joko (47) warga Tebat Baru Ilir, Kelurahan Tebat Giri Indah, Kecamatan Pagaralam Selatan, Kamis  (27/6/2013), mengatakan, sejauh ini banyak dijumpai elpiji bersubsidi beredar dipasar  dengan berat bersih telah berkurang dari 3 Kg. Adapun isi tabung yang ada mulai dari 2,5 Kg  hingga 2.8 Kg.

“Kami sebagai masyarakat konsumen tentunya merasa dirugikan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungajawab tersebut,” ungkapnya.

Maraknya elpiji oplosan dipasaran, kata Joko, membuat sejumlah warga mengeluh terhadap produk yang disediakan tersebut. Disamping telah merugikan konsumen, untuk keamanan saat pemakaian elpiji yang ada pun dapat membahayakan masyarakat.

“Kami menjadi was-was saat menggunakan elpiji bersubsidi yang  ada. Selain berat bersihnya telah berkurang, factor keamanannya pun diragukan,’’ kata Joko.

Sama halnya dikatakan Eko (40) warga Kampung Melati, Kelurahan  Besemah Serasan. Dirinya telah dua kali menganti tabung bersubsidi dengan berat bersih sekitar 2,5 Kg. Sementara pembelian tabung yang ada didapatkan dari pengecer keliling yang kerap menitipkan diwarung-warung.

“Kalau peredaran elpiji oplosan tidak segera diatasi oleh pihak-pihak terkait, tentunya sangat merugikan kami sebagai konsumen. Selain itu sistem keamanannya pun diragukan,” jelasnya.

Lebih jauh Eko mengatakan, adanya tabung elpiji bersubsidi  yang  berat bersihnya telah berkurang diketahui secara kebetulan. Ketika itu dengan tidak sengaja menempatkan tabung elpiji diatas timbangan jarum berskala, namun ternyata berat bersihnya kurang dari 3 Kg.

“Saya mengunakan satu tabung elpiji 3 Kg biasanya mencapai 10 hari. Akan tetapi baru 8 hari digunakan untuk memasak,  isi tabung sudah habis.  Lalu memakai elpiji berikutnya,  malah lebih berkurang yaitu selama 7 hari,” keluhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah  dan Pengelolaan Pasar (Disperindagkop UKM PP) Kota Pagaralam, Ahmadi Damrah SE MM didampingi Kabid Perdagangan, Budiarjo SE melalui

Kasi Pelayanan Konsumen, Nasrullah Hanif, mengatakan, terkait maraknya peredaran elpiji oplosan, pihaknya langsung crosscheck kelapangan  guna melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah agen yang terindikasi elpiji oplosan.

“Kami akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu terhadap sejumlah agen yang ada guna mengantisipasi maraknya peredaran elpiji oplosan,” kata Nasrullah.

Ia mengatakan, bagi konsumen  yang merasa dirugikan dalam pembelian elpiji tersebut  agar dapat memberikan informasi kepada pihaknya guna meminimalisir ruang gerak aksi pengoplosan elpiji bersubsidi.

“Diharapkan adanya partisipasi masyarakat untuk menutup ruang gerak oknum-oknum yang melakukan  pengoplosan elpiji bersubsidi dengan memberikan informasi kepada kami. Mengingat aksi pengoplosan tersebut lebih mementingkan keuntungan daripada mempertiumbangkan  keamanan konsumen,” ujarnya.

 

Teks : Antoni Stefen

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *