Pemborong Harus Bertanggungjawab

Pembangunan-jalan

Pembangunan jalan. / Foto : INT

PALEMBANG KS – Perbaikan jalan protokol yang ada di Kota Palembang, menyisakan sejumlah material seperti pasir. Material tersebut membahayakan keselamatan pengendara kendaraan bermotor.

Karenanya Kepala Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Kepolisian Resort Kota (Polresta) Palembang, Kompol Arief Fitrianto meminta kepada pemborong untuk bertanggungjawab membersihkan sisa-sisa material yang tertinggal usai perbaikan jalan.

Pantauan Kabar Sumatera, Kamis (27/6/2013), banyak material yang tertinggal usai perbaikan di sejumlah ruas jalan di kota empek-empek ini seperti di Jalan Ahmad Yani, diatas Jembatan Ampera dan Sukabangun II serta beberapa ruas jalan lainnya.

“Perbaikan jalan memang harus di lapisi pasir, kita harapkan pengendara untuk berhati-hati mengurangi kecepatan. Kita meminta kepada pemborong untuk segera membersihkan pasir itu,” pinta Arief.

MenurutArief, berdasarkan amanah Undang-Undang (UU) Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, penyelenggara jalan harus menciptakan jalan yang baik agar tidak terjadi kecelakaan.

“Jika terjadi kecelakaan, karena akibat kelalaian pemborong yang tidak membersihkan sisa material mereka maka pemborong tersebut bisa dikenakan pidana,” bebernya.

Ia juga menyarankan, dalam setiap perbaikan jalan sebaiknya kontraktor yang mengerjakan perbaikan tersebut memasang rambu-rambu sebagai petunjuk kalau jalan tersebut sedang diperbaiki.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bidang jalan Satker Metropolitan, Harun Al-Rasyid mengatakan, fungsi pasir setelah perbaikan jalan untuk menutupi pori-pori jalan. Hal ini dilakukan, agar air tidak masuk dalam pori jalan yang menyebabkan jalan mudah rusak. “Permukaan jalan yang kasar kita buras dengan pasir dan saya kira pasir itu tidak membahayakan,” katanya

Saat ini sambung Harun, pihaknya sedang memperbaiki jalan yang dinilai sudah usang seperti jalan di atas Jembatan Ampera, Jalan Kol H Barlian, Jalan RE Martadinata dan lingkar selatan. Pembiayaan jalan tersebut, diambil dari APBN 2013 dengan nilai Rp50 juta per kilometer.

“Tidak ada anggaran khusus, kalau ada jalan rusak akan segera diperbaiki. Jalan apa saja dan memang tidak ada target berapa kilometer jalan yang kita perbaiki,”ujarnya.

Di tanya soal kondisi Jalan Soekarno Hatta, Harun menyebutkan kerusakan jalan nasional itu diakibatkan kondisi alam mengingat intensitas hujan cukup deras sejak November 2012-Maret 2013. Sehingga, sistem drainase tidak mampu menampung volume air dan meluber hingga ke badan jalan. “Kalau sifatnya bencana alam, bukan tanggung jawab kontraktor lagi. Dana perbaikannya diambil secara khusus dari dana perawatan jalan,” tukasnya.

Teks   : Alam Trie Putra

Editor : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *