Masyarakat OKI Keluhkan Tarif Angkot

angkot

Foto : INT

KAYU AGUNG KS – Kenaikan bahan bakar minyak (BBM) beberapa hari lalu, mengundang kegusaran dalam ruang lingkup kehidupan masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Pasalnya, sejak kenaikan harga BBM, tarif angkot belum jelas dan para sopir angkot sering menaikan harga secara sepihak.

Pantauan Kabar Sumatera dilapangan, sejak kenaikan harga BBM tarif angkot tidak merata, ada yang menaikan 10 persen bahkan sampai 50 persen dari tarif semula. Dengan keadaan tarif angkot yang terkesan masih rancu, masyarakat OKI sering berdebat dengan para sopir dan membuat keadaan keduanya menjadi kurang nyaman.

Menurut salah satu warga Pedamaran, Monde kemarin mengatakan, saat ini dirinya sangat bingung terkait sebenarnya tarif angkot resmi dari pamerintah yang mengalami kenaikan, karena menurutnya pihaknya sering mendapatkan tarif angkot yang berbeda, ada yang naik 20 persen bahkan ada yang naik sampai 50 persen.

“Kami berharap kepada pemerintah terkait agar dapat membahas berapa persen tarif angkot naik. Jadi kami sebagai masyarakat tidak harus berdebat dengan sopir karena belum jelasnya tarif tersebut,” terangnya.

Sedangkan menurut salah satu sopir yang tidak mau menyebutkan namanya, ia mengaku jika menaikan tarif angkot, akan tetapi menurutnya ini merupakan hal yang wajar karena memang harga BBM naik.

“Walaupun demikian kami tidak menaikan tarif angkot secara berlebihan, kami hanya menyesuaikan sesuai dengan harga kenaikan BBM. Ya pak rugi jika makai harga lama, kami juga ingin makan dan kami juga ingin dapat untung dari pekerjaan kami,” ujarnya.

Dirinya mengusulkan kepada pemerintah terkait untuk mengeluarkan surat resmi besarnya harga kenaikan tarif angkot. Misalnya naik berapa persen dari harga semula, jadi kami tidak kebingungan, dan antar penumpang dan sopir tidak terjadi salah paham, karena menurutnya jika keadaan ini tidak cepat diatasi maka hubungan sopir dan penumpang akan renggang karena sering salah paham masalah tarif angkot,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas perhubungan OKI melalui kabid LLAJ, H.Syaiful Bahri mengatakan, jika masalah tarif angkot saat ini masih dalam pembahasan dan masih menunggu SK dari provinsi tentang masalah tersebut.

“Insya Allah pada tanggal 1 Juli nanti akan diadakan rapat bersama dengan sopir-sopir angkot dan dinas-dinas terkait,” singkatnya.

Teks : Emil Hidayat

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *