Mahalnya Kursi Empuk Dewan

Mahalnya-Kursi-Dewan

Ilustrator : Jerry/KS

PALEMBANG  KS – Spanduk, baleho dan alat sosialisasi lainnya beragam ukuran menumpuk di salah satu sudut ruangan bercat hijau di salah satu kantor partai politik (parpol) di Palembang.

Salah seorang pria dengan usianya, cukup muda mengaku sudah beragam alat peraga itu akan mulai dipasangnya menjelang pemilihan umum (pemilu) 2014 mendatang.

“Sebagai incomers (pendatang baru), saya harus mensosialisasikan diri sejak jauh-jauh hari. Memang saat ini daftar calon tetap (DCT) belum diumumkan, tetapi insyallah tidak akan tergusur dari nomor urut sekarang,” sebut pria yang bakal mencalonkan diri sebagai caleg DPRD Sumsel.

Ia mewanti-wanti Kabar Sumatera, untuk tidak menyebutkan namanya lebih dahulu. Alasannya, ia tak mau disebut terlalu percaya diri (pede). “Belum etis, sekarang saya bersosialisasi. Masih banyak senior partai, yang harus saya hormati. Kalau saya, masih di sebatas keluarga besar mensosialisasikan diri,” ungkapnya ketika dibincangi Kabar Sumatera, Kamis (27/6/2013).

Namun penelusuran Kabar Sumatera, sejumlah caleg saat ini sudah mulai bersiap walau pun mereka masih malu-malu kucing. Namun ada juga caleg, yang sudah mensosialisasikan diri walau baru sebatas dengan tetangga dan kerabatnya saja.

Untuk sosialisasi, agar bisa lebih dikenal masyarakat hingga bisa mendulang suara menurut salah satu politisi Partai Golkar Sumsel, Anita Noeringhati memang butuh dana. Dana itu menurutnya, adalah konsekuensi berpolitik yang harus dikeluarkan.

Berapa besar dana yang harus dikeluarkan ?, Sekretaris Komisi V DPRD Sumsel, enggan menyebutkannya. Apakah cost politik itu, bisa mencapai ratusan juta rupiah ?, Anita tak menjawabnya.

“Kalau kita baru pertama kali, bisa ratusan juta. Saat pertama kali mencalonkan diri sebagai anggota dewan, saya mengeluarkan dana cukup besar. Kalau sekarang, saya kira tidak akan terlalu banyak dana yang harus dikeluarkan,” kata Anita saat dibincangi disela-sela paripurna DPRD Sumsel.

Alasannya sebut dia, sebagai anggota dewan ia sudah sering bertemu dengan konstituennya. Ini menurutnya, menjadi modal besar baginya untuk kembali mencalonkan diri. Namun saat pertama kali mencalonkan diri, ia harus rajin bertemu dengan masyarakat. “Setiap pertemuan itu, butuh biaya. Belum lagi biaya, untuk membuat atribut dan iklan di media massa,” ucapnya

Pengakuan tak jauh berbeda disampaikan Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumsel, Ramlan Holdan. Pria yang mencalonkan diri sebagai caleg DPRD Sumsel ini mengaku, untuk merebut kursi dewan yang sempat di dudukinya di periode 2004-2009 lalu, ia sudah mulai melakukan persiapan.

“Komunikasi terus saya lakukan, dengan konstituen lama. Memang tidak perlu terlalu bekerja keras, karena saya pernah memiliki konstituen dan saat ini tinggal memantapkannya saja,” sebutnya.

Ramlan menyebut, modal yang harus disiapkannya untuk menjadi wakil rakyat itu mencapai ratusan juta rupiah. Berasa pastinya, ia tak mau menyebutkannya. “Pasti keluar biaya, untuk sosialisasi dan lainnya. Jumlahnya, bisa ratusan juta,” tukasnya.

Teks   : Dicky Wahyudi
Editor : Imron Supriyadi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *