Kolam Ikan Disulap Jadi Kebun Sayur

Kolam-Ikan-Disulap-Jadi-Kebun-Sayur

Tampak Kolam ikan warga dialih fungsikan sebagai kebun sayur kangkung, lantaran sering terkena banjir yang membuat para petani. / Foto : Siswanto KS

MUARA ENIM KS – Lantaran sering kebanjiran membuat puluhan kolam ikan yang dimiliki warga di Bukit Munggu Kota Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muaraenim beralih fungsi dijadikan kebun sayur kangkung oleh pemiliknya.

“Sudah sekitar dua tahun ini, kolam ikan kita dijadikan kebun sayur kangkung. Karena di sini, setiap kali musim penghujan selalu banjir sehingga menghanyutkan ratusan bahkan ribuan ikan yang mereka miliki,” tutur Parida (45), salah seorang warga yang menjadikan kolamnya sebagai kebun sayur kangkung ketika ditemui Kabar Sumatera, Jumat  (28/6/2013) kemarin.

Parida mengaku, ada sekitar enam kolam ikan yang dirinya jadikan tempat bertanam sayur kangkung. Dahulu, kata dia, berternak ikan nila dan emas, karena sering merugi akibat terbawa arus air. Akhirnya dirinya berhenti membudidayakan ikan nila dan emas.

“Sebenarnya kolam ikan ini sudah sekitar satu tahun terbengkalai. Lalu, saya berpikir bagaimana agar kolam ini bisa bermanfaat atau bernilai guna. Nah, barulah saat itu terpikir ingin coba-coba bertanam sayur jenis kangkung, setelah melihat keluarga yang ada di Jawa membudidayakannya di sawah,” ucap Parida.

Sekarang ini, terang ini, dirinya sudah bisa memanen kebun sayur kangkungnya setiap tiga hari sekali. Dalam sekali panen, dirinya mampu mengumpulkan ratusan ikat sayur kangkung. Nantinya, akan dijual kepada para pedagang sayur di pasar.

“Ibu jual kepada para pedagang sayur seikat seharga seribu rupiah. Nantinya, mereka jual dengan harga sekitar dua ribu rupiah. Alhamdulillah sekarang ini ibu bisa panen sekitar tiga hari sekali,” terang Parida.

Senada dituturkan petani sayur kangkung lain Lukito (35), mengatakan dirinya baru sekitar satu tahun ini bertanam sayur kangkung, setelah melihat petani ikan lain menjadikan kolamnya sebagai kebun kangkung.

“Memang beternak ikan disini selalu merugi, karena sering kebanjiran yang menghanyutkan ikan yang dipelihara dikolam. Berbeda dengan bertani sayur kangkung, meskipun kolam banjir, kangkung dikolam tidak ikut tersapu air,” pungkas Lukito.

 

Teks : Siswanto

Editor: Sarono P Sasmito




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *