Daging Terancam Langka

28-3-2013------daging

PALEMBANG KS – Daging di pasar tradisional di Kota Palembang terancam langka, pasalnya pasokan daging menjelang bulan suci ramadhan kian menipis. Hal itu dikarenakan saat ini jumlah sapi yang masuk ke rumah pemotongan hewan (RPH) di Gandus, makin sedikit.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (DP2K) Kota Palembang, Sudirman Tegoeh mengatakan, biasanya ada sekitar 55-60 ekor sapi yang bisa dipotong perhari di RPH. Namun, saat ini hanya sekitar 45 ekor perhari. Akibatnya, stok daging saat ini mengalami penurunan.

“Biasanya kita bisa memenuhi kebutuhan daging hingga 12 ton perhari, tapi sekarang bisa mencukupi 8 ton saja,”kata Sudirman yang dibincangi di ruang kerjanya, Kamis (27/6).

Menurut Sudirman, pihaknya sudah meminta peternak untuk mencari tambahan sapi, guna mencukupi kebutuhan daging sapi di Palembang. “Peternak sudah mencari hingga Jawa, Lampung bahkan sampai Nusa Tenggara Timur (NTT). Itupun peternak biasanya hanya dapat 3-6 ekor sapi. Kalau di Sumsel, sudah tidak ada lagi, sulit mencari sapi,” jelasnya

Sudirman menyebut, di ramadhan bakal ada peningkatan permintaan daging sapi hingga 20 persen. Karena itu untuk memenuhi kebutuhan daging, DP2K saat ini menyiapkan kerbau untuk dipotong. “Kemarin, sudah ada 5 ekor kerbau yang dipotong. Kerbau ini kami datangkan dari Pampangan, OKI. Kalau masih kurang, akan didatangkan lagi,”ungkapnya.

Sementara untuk harga sendiri, Sudirman menambahkan, masih cukup tinggi. Daging sapi mencapai Rp90 ribu sampai Rp100 ribu perkilogram (kg) nya. “Kalau daging kerbau Rp95 ribu per kg nya, tidak jauh berbeda dengan daging sapi. Karena sekarang ini kerbau juga susah mencarinya,” ucapnya.

Sementara saat Idul Fitri 1434 Hijriah mendatang, DP2K memprediksi akan terjadi lonjakan permintaan hingga 200 persen dari kebutuhan konsumsi normal sekitar 12 ton per hari. “Harganya bisa meningkat dua kali lipat, apalagi kalau sampai daging langka bisa makin mahal,” imbuhnya.

Untuk mengatasi ini semua sambung Sudirman, DP2K berupaya untuk memenuhi kebutuhan daging dengan daging impor. “Tapi, kemungkinan itu hanya untuk mencukupi kebutuhan seperti restoran, rumah makan dan usaha cattering. Walau demikian, kita juga mempersiapkan opsi untuk melakukan operasi pasar (OP),” tukasnya.

Teks   : Alam Trie Putra

Editor : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *