Bupati Instruksikan Penertiban Warung Remang-Remang

kabar sumatera

INDRALAYA KS – Bupati Ogan Ilir H Mawardi Yahya melalui Wakil Bupati Ogan Ilir H Daud Hasyim menginstruksikan kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait untuk segera melakukan penertiban warung remang-remang dan rumah makan demi kekhusyukan masyarakat selama berlangsungnya Ramadan.

Namun untuk merealisasikan itu semua masih menunggu Peraturan Bupati (Perbup).

“Untuk menertibkan warung remang-remang dan rumah makan selama Ramadhan masih menunggu proses Perbup saja. Mudah-mudahan sebelum Ramadan SK penertiban sudah keluar sehingga Pol PP dapat melaksanakannya,” kata Wakil Bupati Ogan Ilir H Daud Hasyim, kemarin.

Menurut Daud, pada tahap awal pihaknya nanti akan mengimbau kepada pemilik warung-remang-remang, maupun tempat hiburan tidak tidak menjalankan aktivitasnya selama Ramadan hingga Lebaran mendatang.

Begitu pula untuk rumah makan, sambungnya, diupayakan dapat tutup hingga mendekati maghrib tiba. Kalaupun tetap buka diupayakan dapat menutupi kaca rumah makan dengan gorden ataupun sejenisnya.

“Saya mengajak semua masyarakat untuk saling menjaga dan menghormati umat muslim yang sedang melaksanakan ibadah puasa,” katanya.

Jika dilapangan ternyata masih ada pemilik yang membuka aktivitasnya, sambung Wabup, pihaknya meminta Pol PP untuk bersikap tegas dan memberikan sanksi tegas bagi pemilik yang tetap membangkang imbauan yang diberikan.

Sementara itu,  Sekretaris Daerah (Sekda) Ogan Ilir H M Sobli menegaskan saat ini masih dalam proses untuk menertibkan warung remang-remang dan tempat hiburan yang ada di Ogan Ilir.

“JIka Perbup sudah keluar, kami minta pihak terkait segera mengedarkannya kepada pemilik untuk tidak menjalankan aktivitasnya selama puasa hingga Lebaran. Jika tidak menaatinya, sanksi tegas,” ujar Sobli.

Terpisah, Kepala Satpol PP Kabupaten Ogan Ilir, Muhammad Refli menambahkan ada 6 lokasi yang kerap dijadikan sebagai lokasi prostitusi diantaranya Jalan Lintas Barat arah Prabumulih, Jalintim, tepatnya berada di arah Palembang-Ibul Besar Kecamatan Pemulutan, dan seputaran Rumah Makan Pagi Sore, Prabumulih.

“Sampai saat ini kami masih menunggu surat bupati untuk mengimbau agar pemilik menutup usahanya sebelum Ramadan (H-1) hingga Lebaran. Kami harapkan selama Ramadan situasi kondusif,” kata Refli.

Disamping mengimbau tempat-tempat prostitusi, masih kata dia, pihaknya juga akan melayangkan surat yang ditujukan bagi pemilik rumah makan untuk tidak beroperasi secara terbuka yang dapat mengundang ataupun menganggu kekhusyukan umat muslim.

“Bagi rumah makan diupayakan dapat memasangkan tirai agar tidak terlihat banyak orang. Kami minta pemilik untuk menjaga toleransi sesama, khususnya bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa,” terangnya.

Untuk memastikan hal itu, kata dia, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres Ogan Ilir dan Kodim untuk menkroscek ke lapangan apakah imbauan ini benar-benar diindahkan anntinya.

Namun, masih katanya, apabila dilapangan ada sebagian pemilik baik tempat protitusi maupun rumah makan tidak mengindahkan imbauan tersebut, maka pihaknya tidak akan segan-segan menutup paksa usaha tersebut, sesuai dengan aturan berlaku.

“Sanksi yang diberikan kepada pemilik jika tidak mengindahkan imbauan ini, ya terpaksa ditutup paksa. Petugas akan terus mengawasi sampai memasuki Ramadan. Mudah-mudahan pemilik bisa menerima karena ini bukan hal baru dan sudah rutin dilakukan setiap Ramadan,” jelasnya

 

Teks : Junaedi Abdillah

Editor : Sarono P Sasmito




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *