Pesta Narkoba, Wanita Hamil 6 Bulan Ditangkap

HAMIL-PESTA-NARKOBA

Sejumlah pasangan mesum yang terjaring Polisi Pamong Praja Palembang | Foto : Oscar Ryzal

PALEMBANG, KS-Seorang perempuan berinisial IS (22) yang hamil 6 bulan tertangkap Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) dalam razia jelang bulan Ramadhan di dalam kamar penginapan di kawasan Sukarame, Rabu (25/6) malam. Dalam razia itu, Pol PP juga menemukan sebilah senjata tajam (sajam) dan bong sebagai alat isap sabu.

Senjata tajam sendiri diamankan dari Fr (27) saat bersama pasangannya hendak keluar dari penginapan kelas melati di kawasan KM 7 Palembang. Sedangkan alat isap sabu didapat dari dalam toilet di wisma di Jalan Mayor Salim Batubara, yang dihuni oleh tiga orang, yaitu PR (19), ET (24) dan IS (22) yang tengah keadaan hamil 6 bulan.

Pada razia itu, Pol PP mengamankan lima pasangan mesum dan lima warga yang tidak membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP), juga turut disita puluhan botol minuman keras dari Jalan POM IX Palembang.

Selanjutnya semua yang terjaring langsung digiring ke Kantor Satpol PP kota Palembang. “Tidak tahu sajam itu punya siapa, tapi pastinya bukan milik saya,” kilah pria yang berprofesi sebagai waiters ini.

Sementara itu, Kasat Pol PP Kota Palembang, Aris Saputra mengatakan, razia sengaja dilakukan untuk menciptakan situasi Palembang tetap kondusif. Sekaligus melakukan sosialisasi tempat hiburan agar tidak beroperasi selama bulan Ramadhan. “Untuk temuan senjata tajam tetap kita proses dan bila terbukti akan diserahkan ke Polresta Palembang. Serta alat isap sabu setelah diperiksa bukan pemilik dari pengunjung yang menempati kamar tersebut,” katanya.

Sedangkan untuk pasangan yang tidak bisa memperlihatkan surat nikah serta tanpa KTP, langsung didata dan dikembalikan ke pihak keluarga. “Kita juga telah mengimbau agar sejak H-1 Ramadhan tempat hiburan tidak beroperasi hingga H+2 hari Raya Idul Fitri nanti,” imbuhnya.

Jika memang tidak mengikuti imbauan tersebut, dia menegaskan akan ditindak tegas dengan pencabutan izin dan aset yang ada akan disita, kemudian baru akan disidangkan pasca Ramadhan. “Termasuk Rumah makan agar tidak membuka secara demonstratif pada siang hari, agar tidak mengganggu konsentrasi umat muslim melaksanakan ibadah,” pungkasnya.

TEKS : OSCAR RYZAL

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *