Harga Gas Naik, Industri Kecil Belum Terpengaruh

ASDASD

Ilustrasi Tabung Gas

JAKARTA KS-Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian, Euis Saedah, mengatakan industri kecil belum mengalami gejolak dengan adanya kenaikan biaya industri LPG 12 kilogram serta kelangkaan dan kenaikan LPG 3 kilogram. Menurut dia, jika ada gejolak pun, dampaknya tidak akan terlalu berat pada pelaku IKM.

“Sementara ini belum ada gejolak, kalau ada beban tambahan diperkirakan maksimum 5 persen terhadap biaya produksi,” kata Euis di Jakarta, Rabu,( 26/6). Sebelumnya, Pertamina memutuskan untuk membebankan biaya distribusi LPG 12 kilogram pada konsumen. Hal ini juga berujung pada kelangkaan dan kenaikan harga LPG 3 kilogram di beberapa daerah di Indonesia.

Euis menambahkan  jika terjadi penurunan, maka pelaku usaha IKM membutuhkan waktu 3 bulan agar bisa beradaptasi. Pengaruh kenaikan harga LPG,, tidak sama untuk semua sektor. Menurut dia, sektor yang terkena dampak paling minim adalah sektor yang berbasis pada kreativitas dan desain seperti fashion.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), Adhi Lukman, mengatakan kenaikan biaya distribusi LPG 12 kilogram serta kelangkaan dan kenaikan LPG 3 kilogram memberatkan industri makanan dan minuman khususnya yang berskala kecil. “Jelas ini berpengaruh. Sekarang saja kami belum sepakat mengenai negosiasi biaya distribusi dengan angkutan dan sekarang muncul masalah gas,” katanya.

Gapmmi menilai industri berskala menengah ke atas masih bisa mentoleransi kenaikan harga gas. Tapi pelaku industri makanan minuman berskala kecil sudah pasti harus menaikkan harga jual jika ingin terus bertahan. “Kalau menengah dan besar masih berusaha agar tidak naik. Kalau UKM berat. Untuk yang UKM saya proyeksikan harga jual naik 5-10 persen,” ucapnya.

Adhi menambahkan  kontraksi ini akan terjadi sekitar 3 bulan. Setelah itu, pelaku IKM biasanya sudah bisa beradaptasi dengan kenaikan harga gas dan kenaikan harga jual produk makanan minuman. “Seperti bisa, masa transisi 2-3 bulan.”

Dengan pembebanan biaya distribusi, maka untuk wilayah yang berjarak 30 kilometer, biaya angkut dan distribusi yang akan dikenakan mencapai Rp 12 ribu per tabung sehingga harga gas 12 kilogram mencapai Rp 82 ribu per tabung. Untuk wilayah yang berjarak 500 kilometer dari pangkalan, harga LPG bisa mencapai Rp 91 ribu per tabung.

Sumber : TEMPO,CO




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *