Recovery Dan Refreshing Lewat Laga Eksebisi

pemain-sfc-rivan-[2-dr-ki]-dihadang-tiga-pemain-sumsel-old-star

Pemain sfc rivan [2 dari kiri ] dihadang tiga pemain sumsel old star | Bagus KS

PALEMBANG | KS-Laga eksebisi yang dilakukan Sriwijaya FC (SFC) dengan menghadapi tim Sumatera Selatan (Sumsel) Old Star di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang, Selasa (25/6) kemarin petang, berbuah manis.

Menghadapi tim yang didominasi pemain-pemain dengan usia uzur, skuad arahan pelatih Kas Hartadi tampil digadaya. Mampu menyarangkan 12 gol hanya mampu dibalas satu gol lewat sepakan penyerang Sumsel Old Star, Ali. Tak pelak, atas hasil ini membuat SFC yang bakal menghadapi Pelita Bandung Raya (PBR) di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Sabtu (29/6) mendatang, kini mempunyai modal yang bagus.

Pelatih asal Solo mengatakan, jika pada pertandingan tersebut penampilan Ponaryo Astaman Cs cukup bagus. Walaupun hanya bertajuk laga persahabatan, namun semua pemain tetap mampu menunjukkan permainan maksimal.

“Semua pemain tampil maksimal. Walaupun hanya bertajuk eksebisi, namun tidak ada pemain yang bermain setengah hati dan mengeluarkan semua kemampuan terbaiknya,” kata Kas Hartadi.

Kendati hasil yang diraih cukup telak, namun Kas menilai jika skor tersebut tetap tidak bisa dijadikan patokan timnya bakal menang dengan mudah menghadapi PBR. Sebab, kualitas antara Sumsel Old Star dan PBR jelas tidak bisa dibandingkan.

Terlebih pada pertandingan itu merupakan refreshing bagi para pemain. Penghilang penat sekaligus recovery pengembalian kondisi kebugaran pemain usai berjuang keras menjinakkan Arema Cronous 3-1, Minggu (23/6) lalu.

“Dalam laga ini kita tidak melihat hasil. Karena pertandingan beda kelas. Jadi ini merupakan cara kita melakukan recovery dan refreshing,” terangnya.

Sementara Manajer Sumsel Old Star, Islah Taufik Effendy mengungkapkan cukup puas dengan pertandingan tersebut. Walaupun secara hasil timnya kalah telak, namun dengan performa SFC yang bermain sepenuh hati sudah menunjukkan jika timnya tidak diremehkan.

“Kemenangan SFC pastinya sudah kita prediksi sejak awal. Kualitas kedua tim berbeda jauh. Tapi yang kita puas karena SFC menampilkan permainan maksimal. Ini membuat semua pemain ngotot hingga kita dapat menghasilkan gol,” kata pria yang akrab disapa Islah ini.

“Kedepan kita berharap dapat kembali bertanding melawan SFC. Walaupun kita sadar kekuatan kedua tim berbeda jauh, namun kita bakal tetap mencoba memberi perlawanan,” timpal Asisten Manajer Sumsel Old Star, Riduan Wancik, Caleg Dapil 6 (IT I dan IT II).

Pada pertandingan ini, SFC tampil dengan membagi dua tim di dua babak. Jika pada babak pertama nama-nama pemain seperti Erick Weeks Lewis, Herman Dzumafo Epandi maupun Ahmad Jufrianto plus beberapa pemain muda mendapat giliran pertama saat pertandingan dimulai.

Sementara pada babak kedua, giliran Ponaryo Astaman dan Ramdani Lestaluhu. Tidak terdapat perbedaan frontal. Baik babak pertama maupun kedua permainan tetap memukau bagi SFC.

TEKS/FOTO: SADAM MAULANA.EDITOR:RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *