PWI OI : Kapolres Harus Tegas

pwiINDERALAYA-KS-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Ogan Ilir meminta ketegasan Kapolres Ogan Ilir AKBP Deni Dharmapala untuk menindak oknum Lantas Pos Kayuare bernama Briptu EF yang diduga telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan terhadap kontributor Metro TV, Usama (28), saat melakukan peliputan.

Pemberian sanksi terhadap oknum lantas yang arogansi guna memberikan efek jera agar insiden tindakan yang tidak patut dilakukan tidak terulang kembali.

“Kapolres harus turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini. Bila perlu oknum Lantas Pos Kayuare Briptu Ef diberikan sanksi tegas agar tidak bersikap arogansi terhadap wartawan,” kata Ketua PWI Ogan Ilir, Yudi didampingi Wakil Ketua Bidang Pembelaan wartawan, Darfian Mahar Jaya Suprana, kemarin.

Disamping itu juga, pihaknya juga meminta pihak berwajib dapat menindaklanjuti laporan korban atas dugaan perbuatan tidak menyenangkan dan memberikan sanksi kepada oknum Polantas itu sesuai dengan perbuatannya.

“Seharusnya arogansi tidak dikedepankan. Insiden perbuatan tidak menyenangkan hingga tindakan kekerasan seringkali dialami wartawan yang bertugas dilapangan. Untuk itu, kami berharap pihak berwajib dapat bijak dalam menyikapi kejadian ini dengan harapan insiden ini tidak terulang lagi dikemudian hari,” kata Yudi.

Desakan juga disampaikan anggota DPRD Ogan Ilir, Andi Azhari. Menurutnya, tindakan yang dilakukan oknum Lantas tersebut jelas tidak patut ditiru. Sebagai pengayom masyarakat, seharusnya lantas dapat memberikan pemahaman ataupun sikap baik kepada masyarakat, termasuk kepada wartawan.

“Menginggat korban telah melaporkan perihal perbuatan tidak menyenangkan ke Propam, kami serahkan sepenuhnya kepada proses hukum,” ujarnya.
Diketahui, kontributor Metro TV, Usama (28) ,melaporkan oknum Satuan Lalu Lintas Pos Kayuare, Kecamatan Pemulutan, Ogan Ilir bernama Briptu Efriyadi ke Propam Polres Ogan Ilir dengan No Pol LP : STPL/04/VI/2013/Yanda, tertanggal 24 Juni 2013 Senin kemarin atas dugaan perbuatan tidak menyenangkan terhadap korban.

Pada Jum’at (21/6) malam korban melakukan peliputan truk terbalik di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Ogan Ilir. Ketika tengah meliput, tiba-tiba korban dihampiri oknum Polantas Briptu Efriyadi yang berusaha menghalang-halangi korban mengambil gambar. Bahkan, oknum Polantas itu juga mengeluarkan kata-kata yang tidak menyenangkan hingga melabrak bahu korban hingga terjatuh.

“Awalnya oknum Polantas itu bertanya dari mana. Saya jawab dari media. Seketika oknum Polantas itu langsung melabrak bahu saya sambil berkata liputlah saya tidak takut. Kejadian itu dihadapan khalayak ramai,” kata Osama sembari menirukan ucapan oknum Polantas Pos Kayuare tersebut.

Teks : Junaedi Abdillah

Editor : Sarono P Sasmito




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *