Pemprov Tambahkan Rp123 M Untuk Modal UMKM

HL-FOTOl

Alex saat menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank Perkreditan Rakyat Sumsel di Ruang Emperio, Hotel Arista Palembang, Selasa (25/6).

PALEMBANG I KS-Gubernur Sumatera Selatan, H Alex Noerdin menghimbau kepada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) milik Pemerintah Sumatera Selatan, untuk menjadi yang  terdepan dan fokus berkomitmen untuk mendorong dan mengembangkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Sumatera Selatan. “BPR harus memberikan kemudahan bagi calon nasabah untuk mendapatkan modal usaha,”ungkap Alex saat menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank Perkreditan Rakyat Sumsel di Ruang Emperio, Hotel Arista Palembang, Selasa (25/6).

Alex juga menuturkan untuk memperkokoh PT BPR Sumsel, Pemprov Sumsel sebagai salah satu pemegang saham merencanakan untuk mengadakan penambahan penyertaan modal sehingga menjadi Rp 123 miliar.

“Kita rencanakan tambahan modal 50 miliar di tahun depan. Dan saat ini kepemilikan saham Pemprov Sumsel sudah mencapai 94 persen. Dengan ini diharapkan BPR lebih mampu memperluas jaringan dan lebih optimal lagi dalam pengembangan UMKM nantinya,’’ harap Gubernur.

Dikatakanya, BPR Sumsel berfokus pada pengembangan UMKM, guna meningkatkan peran dan fungsinya dalam pemberdayaan ekonomi rakyat, khususnya memberikan bantuan permodalan usaha mikro, kecil, dan koperasi.

“Kehadiran BPR Sumsel adalah untuk melayani golongan pengusaha mikro, kecil, dan menengah dengan lokasi yang pada umumnya dekat dengan tempat masyarakat yang membutuhkan,’’ cetusnya.

Sementara itu, Branch Manager BPR Sumsel, Nazirwan Delamat, mengatakan BPR telah menunjukkan kinerja terbaik, sehingga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini sudah semakin gencar dalam usaha perluasan jaringan, ekspansi kredit dan peningkatan teknologi perbankannya.

“BPR Sumsel lebih berfokus menambah jaringan, program kerja kita kedepan rencana akan dibuka cabang di tiga wilayah daerah yakni Lubuk Linggau, Prabumulih, dan yang terakhir mungkin di OKU,’’ ujar Nazirwan.

Nazirwan juga tak menampik BPR Sumsel saat ini masih terkendala minimnya jaringan, sehingga menurut dia penambahan modal tersebut sangat dibutuhkan untuk perluasan jaringan seperti pembangunan kantor cabang baru maupun menambah teknologi.

“Selama keterbatasan, BPR Sumsel masih menggunakan kantor kas keliling untuk melayani masyarakat. Namun untuk di Kota Palembang, kita sudah siapkan kantor kas yang berada Seberang Ulu yang sekarang tinggal menunggu prosedur dari Bank Indonesia,’’ aku Nazirwan.

Melalui Peraturan Bank Indonesia, BPR diberi kesempatan untuk mempercepat pengembangan jaringan kantor dengan membuka Kantor Cabang dan Kantor Kas. Dengan begitu, nantinya akan dapat memperluas jangkauan BPR dalam menyediakan layanan keuangan kepada para pengusaha mikro, kecil dan menengah.

 

TEKS : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR : ROMI MARADONA




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *