Polisi Ungkap Penjualan Gadis Dibawah Umur

PALEMBANG, KS –Unit Remaja, Anak-anak dan Wanita (Renakta), Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel berhasil mengungkap praktik perdagangan anak dibawah umur, dari Cafe dan Karaoke MD, pada Sabtu (22/6).

Ketiga anak dibawah umur yang berasal dari Jawa Barat itu, dipekerjakan sebagai pemandu karaoke sekaligus pekerja seks komersial (PSK) di Cafe dan Karaoke MD di kawasan Jalan Perindustrian 2, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami Palembang.

Selain itu, petugas juga menemukan tiga remaja yakni RM (14), CC (15), dan IY (13). Petugas juga mengamankan LS (40), warga Sukawinatan yang diduga berperan sebagai penyedia lapangan kerja bagi anak-anak tersebut.

“Awalnya saya datang dari Jawa Barat ke Palembang karena diajak teman dan dijanjikan bekerja jadi pemandu karaoke, tapi ada juga yang minta dilayani lebih,” ujar RM.

Sementara itu, IY mengatakan, sudah tiga kali di booking tamu ke luar untuk diajak berhubungan badan. Dengan harga yang dipatok sebesar Rp700.000 dan mendapatkan komisi Rp240.000. “Disini kami tinggal di mess dekat dengan tempat karaoke itu. Tapi tatap boleh keluar, karena pintu selalu terbuka,” katanya.

Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Edhy Moestofa melalui Kasubdit IV Renakta Polda Sumsel, AKBP Yan Budi Jaya menjelaskan penangkapan diawali informasi dari masyarakat dan disinyalir masih ada tempat-tempat lain yang mempekerjakan anak-anak dibawah umur.

“Anak-anak ini korban, nanti akan ditampung sebelum dikembalikan dan sementara ini akan dititipkan ke pemerintah daerah sampai dengan proses perkara ini selesai,” jelasnya.

Sedangkan LS akan dijerat Pasal 2 UU Trafficking, Nomor 21 tahun 2007, dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun dan pasal 88, UU Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002, tentang eksploitasi terhadap anak dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Teks/foto : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *