Cukuplah Izin Kuota Alfamart

HL-FOTO

Ilst Alfamart

PALEMBANG KS-Toko modern Alfamart kembali mengajukan izin penambahan outlet sebanyak 20 unit. Sebelumnya, Pemerintah Kota (pemkot) Palembang melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) menyatakan kuota Alfamart tidak ada lagi penambahan izin pendirian kembali.

Ibnu Rohim, Kepala Diperindagkop kota Palembang menyebutkan, pihaknya telah menerima pengajuan izin penambahan dari Alfamart, sekitar 20 unit.

“Jumlah yang diajukan ini memang jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah sebelumnya yang mencapai 100 unit,” ungkap Ibnu.

Sambung Ibnu, produsen minimarket terbesar di Indonesia Ini, tidak hanya memfokuskan menambah angka usaha di kota Palembang. Namun, kini Alfamart juga telah merambah sekitar perbatasan kota Palembang.

Masih kata Ibnu, walaupun telah menerima pengajuan penambahan pendirian alfa mart yang baru, pihaknya tetap akan menelisik lebih jauh lagi.

“Tidak menutup kemungkinan dianggap sesuai pengajuan tersebut akan diterima. Kami sekarang ini turut adil dalam pengaturan lokasi pembangunan setiap ritel modern sehingga jangan sampai letaknya nanti terdapat persaingan perdagangan serupa,”jelasnya.

Selain itu, Ibnu menambahkan, jika pengajuan tersebut telah disampaikan kepada Walikota Palembang untuk sebagai pemengang kebikan dalam mengeluarkan izin prinsip.

“Pengajuannya telah kita sampaikan ke walikota, nantinya walikota yang memiliki kewenangan mengeluarkan izin prinsipnya, “katanya

Walikota Palembang Ir H Eddy Santana Putra, mengatakan, pertumbuhan ritel modern makin berkembang di kota Palembang. Hadirnya ritel modern maupun minimarket di kota yang bervisi menuju kota internasional ini memberikan manfaat bagi warga. Di samping menawarkan kenyamanan saat berbelanja, ritel maupun minimarket disebutkan Eddy bisa menyerap tenaga kerja. Selain itu, Eddy juga membantah bahwa menjamurnya ritel dan minimarket bisa menggerus keberadaan pedagang tradisional.

“Pangsa pasarnya berbeda. Kalau pasar modern itu hanya pelengkap saja, contohnya, jika hendak membeli kebutuhan pokok seperti beras, ikan atau sayur, tentu warga masih membelinya ke pasar tradisional. Termasuk di rumah saya, belanja di pasar tradisional,” katanya

Eddy menyebut, proteksi bagi ritel tradisional tak bisa lagi diberlakukan. Pemkot tak bisa menahan seseorang yang ingin membuka usaha. Lagi pula, bila iklim investasi lebih luas, pereekonomian akan tumbuh pesat.

“Pemerintah kota terus berupaya agar kehadiran ritel besar dan toko modern ini tak mengganggu kelangsungan hidup pasar dan toko tradisional dengan upaya seperti pemberlakuan zona antara toko modern dan toko tradisional,” tukasnya.

PALEMBANG KS-Toko modern Alfamart kembali mengajukan izin penambahan outlet sebanyak 20 unit. Sebelumnya, Pemerintah Kota (pemkot) Palembang melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) menyatakan kuota Alfamart tidak ada lagi penambahan izin pendirian kembali.

Ibnu Rohim, Kepala Diperindagkop kota Palembang menyebutkan, pihaknya telah menerima pengajuan izin penambahan dari Alfamart, sekitar 20 unit.

“Jumlah yang diajukan ini memang jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah sebelumnya yang mencapai 100 unit,” ungkap Ibnu.

Sambung Ibnu, produsen minimarket terbesar di Indonesia Ini, tidak hanya memfokuskan menambah angka usaha di kota Palembang. Namun, kini Alfamart juga telah merambah sekitar perbatasan kota Palembang.

Masih kata Ibnu, walaupun telah menerima pengajuan penambahan pendirian alfa mart yang baru, pihaknya tetap akan menelisik lebih jauh lagi.

“Tidak menutup kemungkinan dianggap sesuai pengajuan tersebut akan diterima. Kami sekarang ini turut adil dalam pengaturan lokasi pembangunan setiap ritel modern sehingga jangan sampai letaknya nanti terdapat persaingan perdagangan serupa,”jelasnya.

Selain itu, Ibnu menambahkan, jika pengajuan tersebut telah disampaikan kepada Walikota Palembang untuk sebagai pemengang kebikan dalam mengeluarkan izin prinsip.

“Pengajuannya telah kita sampaikan ke walikota, nantinya walikota yang memiliki kewenangan mengeluarkan izin prinsipnya, “katanya

Walikota Palembang Ir H Eddy Santana Putra, mengatakan, pertumbuhan ritel modern makin berkembang di kota Palembang. Hadirnya ritel modern maupun minimarket di kota yang bervisi menuju kota internasional ini memberikan manfaat bagi warga. Di samping menawarkan kenyamanan saat berbelanja, ritel maupun minimarket disebutkan Eddy bisa menyerap tenaga kerja. Selain itu, Eddy juga membantah bahwa menjamurnya ritel dan minimarket bisa menggerus keberadaan pedagang tradisional.

“Pangsa pasarnya berbeda. Kalau pasar modern itu hanya pelengkap saja, contohnya, jika hendak membeli kebutuhan pokok seperti beras, ikan atau sayur, tentu warga masih membelinya ke pasar tradisional. Termasuk di rumah saya, belanja di pasar tradisional,” katanya

Eddy menyebut, proteksi bagi ritel tradisional tak bisa lagi diberlakukan. Pemkot tak bisa menahan seseorang yang ingin membuka usaha. Lagi pula, bila iklim investasi lebih luas, pereekonomian akan tumbuh pesat.

“Pemerintah kota terus berupaya agar kehadiran ritel besar dan toko modern ini tak mengganggu kelangsungan hidup pasar dan toko tradisional dengan upaya seperti pemberlakuan zona antara toko modern dan toko tradisional,” tukasnya.

TEKS:ALAM TRIE MARSATA.EDITOR:RINALDI SYAHRIL.FOTO:BAGUS KS

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *