Warga Indralaya Resah Isu Penculikan Anak

penculikan-anak

Ilst Penculikan Anak

INDRALAYA|KS-Isu mengenai penculikan anak dengan  mengambil organ tubuh untuk tumbal ilmu hitam saat ini masih saja beredar di masyarakat. Setelah Kota Palembang, kini isu tersebut sudah merebak di Ogan Ilir, khususnya Kota Inderalaya.

Beredarnya isu penculikan anak-anak dibawa umur dengan cara gaib, akhir-akhir ini menjadi buah bibir para ibu-ibu rumah tangga di Indralaya khususnya Perumahan Taman Gading, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir.

Bahkan, saking takutnya, sebagian Ibu Rumah Tangga tidak membiarkan anaknya keluar rumah sendiri.

Sari, warga Taman Gading, mengatakan, isu penculikan anak ini sudah menyebar dimana-mana, bahkan diperumahannya sendiri. “Kabarnya pelaku penculikan anak ini sangat sadis, mereka mengambil organ tubuh untuk tumbal ilmu hitam,” ujarnya, Minggu (21/6) kemarin.

:anjut Sari, dirinya mendapat kabar pelaku penculikannya bisa menghilang, dan isu ini, terus berkembang dari mulut ke mulut. Terlebih ibu-ibu yang mempunyai anak kecil, merasa ketakutan dan melarang anak-anak mereka bermain keluar rumah.

“Kita kurang tahu juga awalnya isu ini dari mana, tapi yang jelas kabarnya, beberapa waktu lalu ada kejadian di Palembang yang menyebabkan seorang anak meninggal, dan pelakunya bisa menghilang,” tuturnya.

Bukan hanya dari mulut ke mulut, isu adanya pelaku penculikan yang mempunyai ilmu menghilang juga beredar di broadcast BBM secara berantai. Pemilik BlackBerry mendapatkan pesan tersebut meneruskannya lagi ke semua kontak yang ada di BlackBerry Masangernya.

Adapun isi BBM yang diterima berbunyi “Tolong jaga diri, jaga adik, keluarga kita. Pembunuh dari jawa itu sudah ada di puncak. Jangan buka pintu sembarangan kalo ada orang ketuk pintu rumah, liat dulu siapa, karena orang itu bisa ngilang. Budak kertapati mati 2. Tolong disebar eh, jangan mikirin diri sendiri karena orang lain butuh info ini,”

Demikian isi BBM yang diterima dari broadcast kiriman teman. Seolah-olah broadcast tersebut membenarkan bahwa si pelaku masih berkeliaran dan mencari korban.

Jidan, salah seorang warga yang juga menerima broadcast tersebut menuturkan, ia sendiri merasa bingung tentang kebenaran tersebut. Karena dalam sehari bisa lebih dari broadcast yang dikirim teman-temannya melalui BBM.

“Kabarnya sudah ditangkap dan sudah ditahan, tetapi mengapa masih terus menyebar isu itu. Dengan terus seperti itu, warga, dan saya sendiri yang punya anak kecil pasti takut, karena seolah-olah pelaku masih berkeliaran,” ujarnya saraya mengaku istrinya juga dihantui rasa takut oleh isu ini.

Terpisah, Kasat Reskrim, Edy Rahman Mulyana saat dikonfirmasi mengatakan, terkait isu itu, pihaknya meminta, agar masyarakat jangan percaya dengan isu-isu yang menyesatkan dan merugikan banyak pihak.

“Ya, kita minta kepada warga, jika menemukan orang yang mencurigakan bisa langsung menghubungi petugas kita. Kita juga terus mengefektifkan patroli, untuk menjaga rasa aman dan nyaman untuk warga,” ujarnya.

AKP Rahmat menegaskan, isu yang mengatakan pelaku masih berkeliaran itu tidak benar. Pelaku sudah tertangkap dan sekarang masih ditahan di Polresta Palembang.

“Kita juga dapat kabar dari rekan kita di Palembang, bahwa pelakunya itu tidak benar bisa menghilang, dan apa yang telah diisukan masyarakat saat ini tidaklah benar. Untuk itu kita minta agar warga tidak resah dan mendengarkan isu yang dapat membuat masyarakat resah akan kabar yang tidak jelas,” tukasnya.

Teks : Junaedi Abdillah

Editor : Sarono P Sasmito




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *