Sopir Naikkan Tarif Sepihak

angkot

Ilst Angkot

PALEMBANG, KS-Pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subdisi, sopir angkutan umum di Kota Palembang sudah mulai menaikkan tarif. Padahal pemerintah kota (pemkot) Palembang, belum menetapkan kenaikan tarif angkutan umum.

Pantauan Kabar Sumatera, Minggu (23/6), sejumlah sopir angkutan kota (angkot) sudah menaikkan tarif Rp500. Mereka menarik tarif dari penumpang dari sebelumnya Rp2.500 menjadi Rp3000. Alasannya, kenaikan BBM berdampak dengan biaya operasional mereka.

Amir (40), salah satu sopir angkot Ampera-Plaju kepada Kabar Sumatera mengaku, terpaksa menaikkan tarif yang dikenakan kepada penumpangnya. Sebab menurut Amir, setorannya kepada pemilik angkot juga naik.  “Terpaksa dek, ongkos naik. Biaya setoran kami juga naik, mau tidak mau kami naik ke tarif untuk nutupi setoran,” ungkap Amir saat dibincangi disalah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kawasan Plaju.

Senada diungkapkan Taufik, sopir angkot Prumnas-Ampera. Menurut dia, kenaikan tarif itu harus dilakukannya untuk menutupi biaya setoran. Ia mengaku setoran yang harus diberikannya kepada pemilik angkot ikut naik, seiring naiknya harga BBM subsidi. Namun Taufik, tidak menyebut berapa besar kenaikan setoran tersebut.  “Sejak Sabtu (22/6), ongkos naik dari Rp2.500 menjadi Rp3000,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut Kepala Bidang (Kabid) Transportasi dan Rel, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang, Agus Supriyanto, menyayangkan kenaikan tarif sepihak yang dilakukan oleh sopir angkutan umum tersebut.

Sebab kata Agus, pemkot sampai saat ini belum memutuskan kenaikan tarif pasca naiknya harga BBM subsidi.  “Senin (24/6), kita baru akan membahasnya bersama organisasi angkutan darat (organda) dan YLKI,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua DPC Organda Palembang, Sunir Hadi mengatakan, sopir angkutan umum sebaiknya jangan menaikkan tarif angkut sepihak. Menurutnya, Organda bersama Dishub dan YLKI akan membahas kenaikan tarif tersebut secepatnya.

Ia menyebut, kenaikan tarif angkutan umum di Kota Palembang tidak akan jauh berbeda dengan kenaikan harga BBM.  “Operasional terbesar untuk angkutan umum itu, dari biaya bahan bakar,” bebernya.

Ia memprakirakan, kenaikan tarif angkutan umum di kota empek-empek ini sebesar 30 persen sampai 35 persen. “Tetapi itu belum final, karena akan diputuskan dalam rapat bersama antara organda, Dishub dan YLKI. Kenaikan tarif ini, berlaku untuk semua angkutan umum seperti bus kota dan angkot,” tukasnya.

Teks    : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *