Dilarang Beroperasi Selama Ramadhan

club-malam

Ilst

PALEMBANG, KS-Sama seperti bulan suci ramadhan sebelumnya, tahun ini Pemerintah Kota (pemkot) Palembang kembali melarang tempat hiburan malam beroperasi selama bulan suci tersebut.

Larangan ini menurut Kepala Sat Pol PP Kota Palembang, Aris Saputra, akan disampaikan dalam bentuk surat edaran. “Surat edarannya nanti akan disampaikan ke semua pengusaha tempat hiburan malam dan rumah makan serta restoran. Surat edaran itu, akan kita sampaikan memasuki H-7 ramadhan,” jelas Aris ketika dibincangi di ruang kerjanya, kemarin.

Tempat hiburan malam kata Aris, dilarang beroperasi mulai H-1 ramadhan sampai dengan H+2 Idul Fitri.  Agar aturan ini benar-benar ditaati, Pol PP menurutnya telah membentuk tim khusus di setiap kecamatan di Kota Palembang.

Tim inilah, yang aman memonitor dan melakukan pengamanan di wilayahnya masing-masing. Selain itu ada kata Aris, ada 50 personil Sat Pol PP yang siap untuk digerakkan. Tim ini, akan di back up pihak kepolisian dan TNI.

Sementara untuk rumah makan, restoran menurut, diminta menutupi tempat usahanya agar tidak bisa di pandang mata. “Jangan sampai terbuka secara transparan, semua kalangan diharapkan bisa menjaga kekhusukan kaum muslim dalam beribadah puasa,” himbaunya.

Bagaimana jika ada  pengusaha hiburan malam yang melanggar ?, Aris memastikan, pihaknya akan bertindak tegas. “Kita coba dengan pendekatan persuasif, jika memang masih melanggar kita akan cabut izin operasinya,” ancam Aris.

Saat ini bebernya, Sat Pol PP masih menunggu keluarnya surat edaran tersebut dari Wali Kota Palembang, H Eddy Santana Putra. Jika surat edaran itu sudah ditandatangani, Pol PP akan mensosialisasikannya lebih dahulu.

Barulah setelah itu, jika masih ada pengusaha yang membandel maka Sat Pol PP akan melakukan penertiban. “Kita masih menunggu surat edarannya, biasanya tahun lalu tempat hiburan malam tidak dilarang total beroperasi selama ramadhan. Mereka hanya dibatasi waktu operasionalnya. Namun kita belum tahu, tahun ini,” ucapnya.

“Surat edaran ini dibuat, bukan untuk melarang pengusaha untuk menjalankan usahanya. Namun kita minta kerjasama dan pengertian mereka, untuk tidak menganggu ke khusyukan umat Islam yang menjalankan ibadah puasa,” tukasnya.

Teks    : Alam Trie Putra

Editor  : Dicky Wahyudi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *