BAPPEDA OKI GELAR LOKAKARYA

BAPEDDA-PNPM-OKI

BAPEDDA-PNPM-OKI

KAYUAGUNG, KS- Bappeda Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), menggelar kegiatan lokakarya riview PNPM Perkotaan tahun 2013, kegiatan tersebut bertujuan untuk mengulas apa saja keberhasilan yang telah terwujud selama program PNPM Perkotaan diluncurkan oleh pemerintah, khususnya di sejumlah desa dan kelurahan dalam Kecamatan Kota Kayuagung OKI.

Kegiatan tersebut dilaksanakan, kemarin di Aula Rumah Sakit Umum Kayuagung OKI. Acara tersebut dihadiri sejumlah ketua TPK (Tim Pengelola Kegiatan) di sejumlah desa dan kelurahan di wilayah Kayuagung yang mendapat bantuan program tersebut, perwakil sejumlah instansi terkait yang berkaitan dengan program PNPM seperti Dinas Kesehata, Dinas Sosial, BPMD, para kades dan lurah, ketua koordinator LKM kegiatan PNPM Perkotaan, Sektetaris Bappeda, dan sejumlah kepala bidang (kabid).

Kepala BappedA, OKI, Ir. Man Winardi, melalui Sekretarisnya, Makruf, yang juga selaku pembicara pada kegiatan tersebut mengatakan, program PNPM Perkotaan maupun jenis program lainnya, seperti RIS PNPM, PNPM Mandiri Pedesaan, yang disalurkan pemerintah pusat dengan sharing APBD,

 

“Program tersebut bertujuan dalam meminimalisir angka kemiskinan di OKI, bukan dalam arti kata mengentaskan ataupun membasmi kemiskinan, karena menurutnya, bagaimanapun kemiskinan diatas dunia ini tidak bisa dibasmi, melainkan hanya bisa diminimalisir jumlahnya,” ujarnya.

 

Ia mengaku jika di setiap negara tidak ada yang tidak memiliki orang miskin, karena Tuhan sendiri telah menciptakan ada miskin dan ada orang kaya, “Kalau semuanya kaya, tentu roda kehidupan tidak bisa berjalan, karena keduanya saling membutuhkan,” jelasnya.

 

Ia menambahkan kemiskinan di Kabupaten OKI, sudah terjadi sejak tahun 1988 silam, berbagai upaya dilakukan pemerintah melalui program pengentasan kemiskinan, seperti program pembangunan kecamatan, dan sejumlah program lain, sampai kini diubah menjadi PNPM Mandiri baik pedesaan, perkotaan, RIS PNPM, PNPM Pariwisata, bahkan P2M2.

Namun, lanjutnya, belum terlihat jelas dampak program tersebut, karena susah untuk dihitung masyarakat mana saja yang berhasil dibantu melalui program tersebut, apabagi untuk dihilangkan kemiskinanya.

“Seperti untuk program P2M2, ada salah satu kecamatan yang dibantukan bebek dan sapi, semuanya mati, dalam hal ini pemerintah tidak sedikit mengeluarkan dana untuk program tersebut, berarti ini belum berjalan secara efektif,” ujarnya.

Masih kata, Man Winardi, sejumlah proyek PNPM kebanyakan dibangunkan pada got atau saluran air. “Apakah hal ini ada kaitan dengan pengentasan kemiskinan, bahkan setelah dibangun tiga bulan, menurutnya salurannya sudah tersumbat sampah,” tanyanya.

Terkait masalah kemiskinan ini, lanjut dia, disebabkan dua faktor internal dan eksternal. Yakni faktor internal pertama pendidikan, mata pencaharian, dan budaya masyarakat itu sendiri. “Sedangkan faktor eksternal meliputi politik, ekonomi dan sosial,” jelasnya.

Sementara itu, Wadi koordinator LKM PNPM Perkotaan menambahkan, dirinya berharap melalui kegiatan ini para ketua PNPM kedepan dapat lebih meningkatkan kinerjanya dalam membangun sejumlah infrastruktur melalui dana PNPM Perkotaan.

 

Teks : Emil Hidayat

Editor : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *