SFC Racik Strategi Khusus

racikan-strategi-khusus

Duel Tantan (SFC)

PALEMBANG | KS-Racikan stategi yang diterapkan pelatih Sriwijaya FC (SFC), Kas Hartadi kala menumbangkan Gresik United 2-1 di partai terakhir, Rabu (19/6) lalu, terbilang sukses diterapkan anak asuhnya.

Meski tak berjalan sempurna, mampu diimbangi tim lawan pada babak pertama, namun memasuki interval kedua apa yang diinstruksikan Kas terhadap Mahyadi Panggabean Cs berjalan sesuai harapan.

Tak pelak, strategi sama diprediksi bakal diterapkannya lagi kala melawan tim yang berbeda, saat menjamu Arema Cronous di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang, Minggu (23/6) besok, walaupun pada akhirnya, mengaplikasiannya di atas lapangan bakal sedikit mengalami perubahan.

Jika menghadapi asuhan Widodo Cahyono Putra (pelatih Gresik United) lebih menerapkan pada pola zona marking, dimana para pemain harus lebih disiplin perlini, maka menjamu anak asuh Rahmad Darmawan, Kas Hartadi lebih menekankan anak asuhnya agar lebih garang  dengan melakukan pressing hingga 1/4 lapangan.

“Jadi pola disetiap pertandingan itu tidak sama tergantung lawan yang dihadapi. Lawan Gresik kita main zona marking, sementara lawan Arema kita akan mengandalkan permainan pressing,” ungkap mantan punggawa timnas Indonesia era 1990-an itu.

Kenapa pola ini yang akan diterapkan sang pelatih? Terkait dalam hal ini Kas mempunyai alasan. Dengan pertimbangan punggawa Arema memiliki materi pemain yang kualitas individunya sangat baik, maka harus diberikan tekanan.

Pressing sangat diperlukan untuk menghadapi Arema yang punya keunggulan individu. Pemain seperti Greg Nwokolo. Beto Goncalves hingga Keith Kayamba Gumbs. Pemain ini harus terus ditekan dan tidak diberikan kesempatan untuk mengembangkan permainan,” ungkapnya.

Kendati pola ini belum tentu akan berjalan mulus saat sudah berada di lapangan, namun setidaknya para pemainnya diharapkan bisa menjalankannya dengan baik. Sedikit improvisasi seandainya menemui kebuntuan.

“Secara teori, pastinya ini yang akan kita terapkan. Namun prakteknya sesuai kondisi di lapangan. Saya rasa anak-anak sudah mengerti dan tahu dengan permainan Arema dan cara mengatasinya,” ujarnya.

Diatas kertas, SFC tidak bakal mudah untuk menaklukan Arema, meski akan bermain dihadapan publik sendiri. Lantaran tim berjuluk Singo Edan memiliki materi pemain yang jauh lebih baik.

Terbukti pada putaran pertama lalu, skuad Laskar Wong Kito harus menyerah dengan skor telak 1-4. Bahkan, pada pertandingan yang dihelat di Stadion Kanjuruhan Malang itu, Arema tampil begitu superior.

Meski begitu, bukan berarti laga nanti bakal berakhir sama. Pasalnya, SFC sudah banyak belajar dari kesalahan tersebut. Apalagi, penampilan Greg Nwokolo dan kawan-kawan pada dua pertandingan terakhir tidak terlalu baik.

“Kita sudah mempelajari kesalahan di pertemuan pertama dan kita tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama. Saya sudah membenahi kelemahan selama ini dan terus melakukan evaluasi total,” terangnya.
TEKS: SADAM MAULANA.EDITOR:RINALDI SYAHRIL.FOTO:BAGUS KS




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *